a


322

Minggu, 08 Januari 2012

Pengembangan KTSP

Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan sangat diperlukan bagi semua pihak terutama dalam memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas. Usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan diantaranya adalah dengan menyusun kurikulum pendidikan yang dijalankan dalam proses pembelajaran. Sebagaimana tercantum dalam Undang – Undang (UU) No. 20 Tahun 2003 Pasal 35 yang menyebutkan bahwa pengembangan kurikulum merupakan bagian dari penjabaran Standar Nasional Pendidikan. Dari dasar hukum yang ada, pemerintah selanjutnya mengembangkan pendidikan berdasarkan sebuah acuan tertentu yang berupa kurikulum. Kurikulum dipakai oleh sekolah di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali. Namun, isi dan penggunaannya dapat disesuaikan dengan kondisi sekolah berdasar dengan kemampuan masing – masing.
KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing – masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan dan silabus.
Tujuan dan Prinsip Pengembangan KTSP
Tujuan acuan pengembangan KTSP sesuai dengan undang – undang dan peraturan pemerintah yang berlaku yaitu UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Lebih lanjut, tujuan KTSP di sekolah adalah agar diadakan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi. Hal tersebut mencakup program pendidikan, program pembelajaran, program remedial, dan program pengayaan. Program pendidikan yaitu pemilihan mata pelajaran, pemilihan kegiatan pengembangan diri, penentuan pendidikan kecakapan hidup, Prinsip pengembangan pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural, dan kemajemukan bangsa.
KTSP dikembangkan dengan berbagai prinsip; (1) berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungan; (2) beragam dan terpadu; (3) tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; (4) relevan dengan kebutuhan kehidupan; (5) menyeluruh dan berkesinambungan; (6) belajar sepanjang hayat; (7) seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah.
Pendidikan Struktur dan Muatan Kurikulum
Struktur kurikulum adalah pola dan susunan mata pelajaran yang ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran. Struktur Kurikulum dapat meliputi substansi pembelajaran dalam jenjang pendidikan selama enam tahun mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam.
Dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pada Pasal 6 Ayat 1 disebutkan bahwa Struktur dan Muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi lima kelompok mata pelajaran sebagai berikut; (1) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; (2) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian; (3) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; (4) Kelompok mata pelajaran estetika; (5) Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan.
Muatan KTSP merupakan sejumlah mata pelajaran yang merupakan beban belajar bagi peserta didik pada satuan pendidikan tertentu. Materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri juga termasuk dalam isi kurikulum. Disebutkan pula dalam PP No. 19 Tahun 2005 bahwa kedalaman muatan kurikulum pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi di setiap tingkat dan semester. Kompetensi tersebut dapat berupa pemenuhan standar kompetensi dan kompetensi dasar proses pembelajaran yang dilaksanakan.
Kalender Pendidikan
Pengetahuan guru mengenai kalender pendidikan sangat penting mengingat efektivitas proses pembelajaran di kelas. Dengan waktu yang tepat dan jelas, guru dapat menyesuaikan pembelajaran peserta didik. Di awal tahun pelajaran dapat diberikan lebih banyak materi yang kemudian pada akhir tahun pelajaran disiapkan untuk menghadapi ujian kenaikan kelas maupun ujian nasional. Dengan demikian tidak terjadi percepatan pembelajaran dikarenakan waktu yang direncanakan tidak cukup untuk menyelesaikan materi.
Mengapa harus ada dalam dokumen 1 KTSP?
KTSP terdiri dari dua yaitu Dokumen 1 dan Dokumen 2. Dokumen 1 berisi penyusunan visi, misi, tujuan madrasah, struktur dan muatan kurikulum (mata pelajaran, mulok, pengembangan diri, ketuntasan belajar, kenaikan/kelulusan serta kalender pendidikan) yang disesuaikan dengan satuan pendidikan. Dokumen 2 berisi silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran serta evaluasi.
Acuan Pengembangan KTSP
Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang digunakan sebagai acuan pengembangan kurikulum, tenaga pendidikan sarana dan prasarana, pengelolaan, dan pembiayaan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana yang telah diketahui bahwa tujuan pendidikan adalah untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, penyusunan KTSP mengacu pada beberapa UU, PP, dan Permin sebagai berikut; (1) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; (2) Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan; (3) Peraturan Menteri No. 20 Tahun 2006 tentang Standar Isi; (4) Peraturan Menteri No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan; (5) Peraturan Menteri No. 24 Tahun 2006 tentang pelaksanaan PP No. 19 Tahun 2005; (6) Panduan dari BSNP.
Kepentingan dan Manfaat bagi Guru dan Penyelenggara Pendidikan.
Kepentingan dari KTSP yaitu memberikan pengertian dan pemahaman yang baik bagi guru untuk menjalankan tugas sebagai pengajar yang baik di kelas. Pengajar yang baik merupakan guru yang tidak hanya menguasai materi pelajaran namun juga mampu mengatur suasana kelas menjadi kondusif untuk proses pembelajaran. Oleh karena itu, manfaat KTSP adalah mendorong guru untuk lebih kreatif dalam penyelenggaraan program pendidikan. Selain itu, guru juga berfungsi sebagai fasilitator di dalam kelas untuk membantu proses pembelajaran. Kemudian yang paling penting adalah mengubah paradigma mengajar dalam pembelajaran.
Dalam UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 14 tentang Hak dan Kewajiban Guru dan Dosen diantaranya disebutkan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak memperoleh kesempatan untuk meningkatkan kompetensi, memiliki kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan, serta memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya. KTSP turut serta memberi kebebasan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Referensi
E, Mulyasa. 2008. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan; Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Muslich, Masnur. 2008. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Jakarta: Bumi Aksara
“Pengembangan KTSP“ diakses dari http://file.upi.edu/ pada tanggal 9 Februari 2011.
“Struktur dan Muatan Kurikulum“ diakses dari http://www.sdlempuyangwangi.sch.id/ pada tanggal 9 Februari 2011.
Naser. 2010. “Manfaat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan“ diakses dari http://belajardanberamal-naser.blogspot.com/ pada tanggal 9 Februari 2011.

Minggu, 09 Oktober 2011

SHOLAWAT NARIYAH

Lafadz Sholawat Nariyah
 
 اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كاَمِلَةً وَّسَلِمْ سَلاَماً تاَمّاً عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ نِالَّذِى تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَ تَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَ تُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَ تُنَالُ بِهِ الْرَّغَائِبُ وَ حُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَ يُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَ عَلَى اَلِهِ وَ صَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَّ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Allohuma sholli sholaatan kaamilatau wasalim salaaman taamman ‘ala sayyidinaa Muhammadin nilladzi tanhallu bihil ‘uqodu wa tangfariju bihil kurobu wa tuqdhoo bihil hawaaiju wa tunaalu bihir roghooibu wa husnul khowaatimi wa yustasqool ghomaamu biwajhihil kariimi wa ‘ala aalihi wa shohbihi fii kulli lamhatiu wa nafasim biadadi  kulli ma’luumil laka

Jumat, 09 September 2011

SHALAT

Shalat adalah Ibadah yang dimulai dengan takbiratul ihrom dan diakhiri dengan salam dengan sarat rukun tertentu.

1.             Syarat Wajib Shalat
Islam , Berakal sehat, Baligh , Suci dari haid dan nifas , telah sampai dakwah.

2.             Syarat Sah Shalat
1.      Suci dari hadats kecil dan besar
2.      Suci badan pakaian dan tempat
3.      Menutup aurat
4.      Mengetahui waktu shalat / telah  masuk waktu shalat.
5.      Menghadap kiblat


3.             Rukun Shalat
1.      Niat
2.      Takbiratul Ihram
3.      berdiri bagi yang kuasa
4.      membaca surat Al Fatihah
5.      Rukuk dengan thuma’ninah
6.      I’tidal dengan thuma’ninah
7.      Sujud dengan thuma’ninah
8.      Duduk diantara sujud dengan  thuma’ninah
9.      Duduk tasyahud akhir
10.  Membaca tasyahud akhir
11.  Membaca shalawat Nabi pada  tasyahud akhir
12.  Membaca salam yang pertama
13.  Tertib ( urut-urut )

4.             Yang Membatalkan Shalat
1.      Meninggalkan salah satu  rukun
2.      Meninggalkan salah satu  sarat
3.      berbicara dengan sengaja
4.      Banyak bergerak/ bergerak tiga kali  berturut-turut
5.      makan dan minum

5.             Sunah-sunah dalam Shalat
Sunah shalat dibagi 2 yaitu sunah ab’ad dan sunah hai’at
A. Sunah Hai’at adalah amalan yang lebih utama untuk dikerjakan untuk kesempurnaan shalat dan jika lupa tidak dikerjakan , tidak perlu diganti dengan sujud sahwi. Diantara sunah hai’at :
1.      Mengangkat kedua tangan waktu  takbiratul ihram
2.      Meletakkan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika
    bersedekap
3.      Membaca do’a iftitah
4.      Membaca ta’awud
5.      Membaca amin setelah membaca fatihah
6.      Membaca surat / ayat Al qur’an setelah AL Fatihah
7.      Mengeraskan bacaan fatihah dan  surat Al qur’an pada rokaat pertama    dan kedua pada shalat Maghrib , Isya’ dan Subuh, kecuali makmum
8.      Membaca takbir ( Allohu akbar ) setiap pindah  rukun
9.      Membaca tasbih ketika rukuk dan sujud
10.  Membaca sami’ Allahuliman  hamidah waktu I’tidal
11.  Duduk iftirasy (waktu tahiyyat awal)
12.  Duduk Tawaruk (waktu Tahiyyat akhir)
13.  Membaca salam yang kedua
14.  Memalingkan muka kekanan dan kekiri saat mengucapkan salam

B. Sunah Ab’ad adalah sunah – sunah dalam shalat yang jika lupa tidak dikerjakan harus diganti dengan sujud sahwi ( sujud karena lupa )
 Diantara sunah Ab’ad adalah :
1.      Membaca tasyahud awal
2.      Membaca sholawat pada tasyahud  awal
3.      Membaca salam atas keluarga Nabi  pada tasyahud akhir
4.      Membaca do’a Qunut pada sholat Subuh
 

BACAAN-BACAAN SHALAT

a. Niat-niat Shalat Fardhu
1. Shalat Subuh
اُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
Ushollii fardlosh shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

2. Shalat Duhur
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
Ushollii fardlodh dhuhri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

3. Shalat Asyar
اُصَلِّى فَرْضَ الْعَصْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
Ushollii fardlol ‘ashri arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

4. Shalat Maghrib
اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
Ushollii fardlol maghribi tsalaatsa roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

5. Shalat Isya’
اُصَلِّى فَرْضَ الْعِشَاءِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُّسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ( مَأْمُوْمًا / إِمَامًا ) لِلَّهِ تَعَلَى , اَللهُ اَكْبَرُ
Ushollii fardlol ‘isya’i arba’a roka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ( ma’muuman/ imaaman ) lillaahi ta’aalaa , Allohu akbar.

b. Do’a Iftitah

 اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً , اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاواتِ وَاْلاَرْضَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًا وَّ مَا َنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلاَتِى وَنُسُكِى وَ مَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ال عَالَمِيْنَ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
Allohu akbar kabirou wal hamdulillahi katsiiro,  wa subhanallohi bukrotau wa ashiila, Inni wajjahtu wajhiya lilladzi fathoros samaawaati wal ardlo haniifam muslimau wa maa anaa minal musyrikiin. Innas  sholaati wa nusuku wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.
c. Surat Al Fatihah
 بسم الله الرحمن الرحيم ÷ الحمد لله رب العالمين ÷ الرحمن الرحيم ÷ مالك يوم الدين اياك نعبد و اياك نستعين ÷ اهدنا الصراط  المستقيم ÷ صراط الذين انعمت عليهم
غير المغضوب عليهم و لا
الضالين ÷  امين
d. Surat AL Ikhlas ( misal yg dibaca surat al ikhlas )
قل هو الله احد ÷
الله الصمد÷لم يلد ولم يولد.
ولم يكن له كفوااحد
 

e. Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ وَ بِحَمْدِهِ × 3
Subhaana robbiyal ‘adhiimi wa bihamdih 3x
f. I’tidal
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
رَبَّنَا لَكَ الْحْدُ مِلْءُ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءُ اْلاَرْضِ وَمِلْءُ مَاشِئْتَ مِنْ شَيْئٍ بَعْدُ 
Sami’allohu liman hamidah
Robbanaa lakal hamdu mil-us samaawaati wa mil-ul ardhi wa mil-u maa syi’ta min syai’in ba’du.

g. Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى  وَ بِحَمْدِهِ   × 3 
    Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdih.3x

h. Duduk Antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْلِى وَ ارْحَمْنِى وَاجْبُرْنِى وَارْفَعْنِى وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى
     Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’fu’annii

i.        Tasyahud awal
التَّحِيَاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ . السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ . اللَّهُمَ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .
Attahiyyaatul mubarookatus sholawaatut thoyyibatu lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan Nabiyyu warohmatullaahi wa barokaatuh. Assalamu ‘alainaa wa’alaa ‘ibaadillahis shoolihiin. Asyhadu allaa illaaha illaalloh wa asyhadu annaa Muhammadar rosuululloh. Allohuma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad.
j. Tasyahud Akhir
التَّحِيَاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ . السَّلاَمُ عَلَيْكَ اَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ . السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِينَ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ  وَ اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ . اللَّهُمَّ صَلِ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ .وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ  وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . وَ بَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . كَمَا بَرَكْتَ  عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ  وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمِ . فِى الْعَا لَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ .
l. Salam
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ.
Assalamu ‘alaikum warohmatulloohi wa barokaatuh.
 m. Doa Qunut
 اَللَّهُمَّ اهْدِنِى فِيمَنْ هَدَيْتَ , وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ , وَتَوَلَّنِى فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ , وَبَارِكْ لِى فِيْمَا اَعْطَيْتَ , وَقِنِى بِرَحْمَتِكَ شَرَّمَا قَضَيْتَ , فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ , وَاِنَّهُ لاَيَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ , وَلاَ يَعِزُ مَنْ عَدَيْتَ , تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ , فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ , اَسْتَغْفِِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ , وَ صَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدِ نِ النَّبِىِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

  1. Alloohummahdinii fiiman hadait
  2. Wa’aafinii fiiman ‘aafait
  3. Watawallanii fiiman tawalait
  4. Wabaariklii fiiman a’ thoit
  5. waqinii syarra maa qodhoit
  6. fainnaka taqdlii walaa yuqdloo ‘alaik
  7. wainnahuu laa yadzillu man waalait
  8. walaa ya’izzu man ‘aadait
  9. Tabaarokta robbanaa wata’aalait
  10. falakal hamdu ‘alaa maa qodloit
  11. Astaghfiruka wa atuubu ilaik
  12. washollalloohu ‘alaa sayyidinaa Muhammadin nabiyyii ummiyyi wa  ‘alaa aalihii washohbihii wasallam.
 
 
 
 
 
 

Selasa, 09 Agustus 2011

WHUDLU


A.    Fardlu wudlu ada 6
1.      Niat
2.      Membasuh muka
3.      Membasuh tangan sampai siku
4.      Mengusap sebagian rambut kapala
5.      Membasuh kaki sampai mata kaki
6.      Tertib ( urut-urut)

  1. Syarat – Syarat Wudlu
1.      Islam
2.      Tidak berhadas besar
3.      Dengan air suci dan mensucikan ( mutlak )
4.      Tamyiz yakni dapat membedakan  baik buruknya suatu pekerjaan
5.      Mengetahui mana yang wajib dan mana yang sunah
6.      Tidak ada sesuatu yang  menghalangi air sampai ke anggota wudlu,seperti cat,getah dll

  1. Sunah-sunah Wudlu
1.      membaca basmalah
2.      membasuh kedua telapak tangan
3.      berkumur-kumur
4.      membasuh lobang hidung / menghisap air lewat hidung
5.      mengusap seluruh kepala
6.      mendahulukan anggota yang kanan
7.      membasuh telinga
8.      Mengulang  tiga kali setiap basuhan
9.      Membasuh sela-sela jari tangan dan kaki
10.  Membaca do’a sesudah wudlu

  1. Hal- hal yang membbatalkan Wudlu
1.      Tersentuh kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrimnya
2.      Tersentuh kemaluan ( kubul dan dubur ) dengan telapak tangan
3.      Mengeluarkan sesuatu dari kubul dan dubur seperti air kencing , buang angin dll
4.      Hilang akal sebab gila, pingsan, mabuk dan tidur nyeyak.

  1. Niat Wudlu

نَوَيْتُ الْوُضُوْءَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَصْغَرِ فَرْضًا لِّلَّهِ تَعَالَى
            
          Nawaitul Wudlu’a lirof’il hadatsil ashghori fardlo lillahi ta’aalaa.

  1. Do’a Susudah Wudhlu

اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِى مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلنِي مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ وَاجْعَلنِى مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

“ Asyhadu alla illaha illalloh wahdahu laasyariikalah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhuu warasuuluh. Allahummaj’alnii minattawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin. “

Adzan, Do'a Setelah Adzan, Iqomah

Lafadz Adzan

 Lafadz Adzan


اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ ×2
اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ ×2
وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ ×2 
حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ ×2
حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ ×2.
اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ .
لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ .

Doa Sesudah Adzan


اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ. آتِ سَيِّدَ نَا مُحَمَّدَ نِالْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيْعَةَ , وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَّحْمُوْدَا نِ الَّذِى وَعَدْتَهُ اِنَّكَلاَتُحْلِفُ الْمِيْعَادَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
Alloohumma Rabba haadzihid da’watit taammah, washsholaatil qoo’imah aati sayyidinaa Muhammadanil wasiilaata wal fadliilah, wad darojatar rofii’ah, wab-atshu maqoomam mahmuudanilladzii wa’adtah. Innaka laa tukhliful mii’aad. Washpllalloohu ‘alaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi washohbihi wasallam.

IQOMAH

Bacaan Iqomah :

اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ  . اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ . اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللهِ  . حَيَّ عَلَي الصَّلاَةِ  . حَيَّ عَلَي الْفَلاَحِ.قَدْ قَامَتِ الصَّلاَةِ . اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ

Allaahu akbar Allaahu akbar  .
Asyhadu alla illaaha illalloh.
Asyhadu anna Muhammadar rosuuluullooh
Hayya ‘alash sholaah
Hayya ‘alal falaah
Qod qoomatis shoolah 2 x
Alloohu akbar Alloohu akbar
Laa illaaha illallooh.

Sabtu, 09 Juli 2011

Bacaan Dzikir Setelah Sholat


أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَاِلَهَ اِلاَّ هُوَ الْحَيُّ  الْقَيُّوْمُ وَاَتُوْبُ اِلَيْهِِ 3x
لاَ اِلهَ اِلاَّ اللّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه, لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ. 3x
أَللّهُمَّ أَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ 3x
أَللّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلاَمُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُالسَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلاَمِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَاذَالْجَلاَلِ وَالاِكْرَامِ. أَللّهُمَّ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَمُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَلاَ رَادَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ.
اِلهِ يَا رَبِّيْ اَنْتَ مَوْلنَا
سُبْحَنَ اللّه. (×33).       أَلْحَمْدُ لِلّهِ. (×33).    أَللّهُ أَكْبَرُ (×33).
أَللّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَنَ اللّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللّهُ وَحْدَه‘ لاَشَرِيْكَ لَه‘، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلى كُلِّ شُيْئٍ قَدِيْرٌ.
لآاِلهَ اِلاَّ اللّه (33×)
Setelah itu membaca doa 

Senin, 09 Mei 2011

Download File Web EMIS-APPSS

Silakan download / unduh file-file aplikasi Web EMIS-APPSS yang ada di bawah ini (ada 4 file, dan semuanya harus diunduh dengan sempurna), filenya adalah :


Sebelum mengupdate aplikasi sebaiknya backup dulu semua data yang telah diinput