Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim) Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah shalat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh An Nawawi.
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Nasa’i, disahihkan al-Albani)
Tarawih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)
‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengabarkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam keluar di tengah malam untuk melaksanakan shalat di masjid, orang-orang kemudian mengikuti beliau dan shalat di belakangnya. Pada waktu paginya orang-orang membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam berikutnya orang-orang yang berkumpul semakin banyak lalu ikut shalat dengan beliau. Dan pada waktu paginya orang-orang kembali membicarakan kejadian tersebut. Kemudian pada malam yang ketiga orang-orang yang hadir di masjid semakin bertambah banyak lagi, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar untuk shalat dan mereka shalat bersama beliau. Kemudian pada malam yang keempat, masjid sudah penuh dengan jama’ah hingga akhirnya beliau keluar hanya untuk shalat Shubuh. Setelah beliau selesai shalat Shubuh, beliau menghadap kepada orang banyak membaca syahadat lalu bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya aku bukannya tidak tahu keberadaan kalian (semalam). Akan tetapi aku takut shalat tersebut akan diwajibkan atas kalian, sementara kalian tidak mampu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.”
Bolehkah Menambah Lebih dari 11 Raka’at?
Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah mengatakan, “Sesungguhnya shalat malam tidak memiliki batasan jumlah raka’at tertentu. Shalat malam adalah shalat nafilah (yang dianjurkan), termasuk amalan dan perbuatan baik. Siapa saja boleh mengerjakan sedikit raka’at. Siapa yang mau juga boleh mengerjakan dengan jumlah raka’at yang banyak.”
Diantara dalil yang membenarkan pendapat ini adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya mengenai shalat malam. Beliau menjawab, “Shalat malam itu dua raka’at-dua raka’at. Jika salah seorang di antara kalian takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” (HR. Bukhari dan Muslim). Padahal ini dalam konteks pertanyaan. Seandainya shalat malam itu ada batasannya, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menjelaskannya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan shalat malam dengan bacaan yang panjang dalam setiap raka’at. Di zaman setelah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang-orang begitu berat jika melakukan satu raka’at begitu lama. Akhirnya, ‘Umar memiliki inisiatif supaya shalat tarawih dikerjakan dua puluh raka’at. Tujuannya adalah agar bisa lebih lama menghidupkan malam Ramadhan, namun dengan bacaan yang ringan setiap raka’atnya.
Yang Paling Bagus adalah Yang Panjang Bacaannya
Tidak masalah mengerjakan shalat 11 atau 23 raka’at. Yang terbaik adalah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun dengan berdiri yang agak lama. Dan boleh juga melakukan shalat tarawih dengan 23 raka’at dengan berdiri yang lebih ringan sebagaimana dipilih oleh mayoritas ulama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik shalat adalah yang lama berdirinya.” (HR. Muslim). Oleh karena itu, tidak tepat jika shalat 23 raka’at dilakukan dengan kebut-kebutan. Bahkan kadang shalat 23 raka’at yang dilakukan lebih cepat selesai dari yang 11 raka’at. Ini sungguh suatu kekeliruan. Seharusnya shalat tarawih dilakukan dengan thuma’ninah. Karena thuma’ninah (bersikap tenang) adalah bagian dari rukun shalat.
Salam Setiap 2 Raka’at dan Istirahat Setelah 4 Raka’at
Para pakar fiqih berpendapat bahwa shalat tarawih dilakukan dengan salam setiap dua raka’at. Karena shalat tarawih termasuk shalat malam. Sedangkan shalat malam dilakukan dengan dua raka’at salam dan dua raka’at salam. Dasarnya adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim)
‘Aisyah menjelaskan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat 4 raka’at, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya. Kemudian beliau melaksanakan shalat 4 raka’at lagi, maka janganlah tanyakan mengenai bagus dan panjang raka’atnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Yang dimaksud hadits ini adalah dua raka’at salam, dua raka’at salam, namun setiap empat raka’at ada duduk istirahat.
Sebagai catatan penting, tidaklah disyariatkan membaca dzikir-dzikir tertentu atau do’a tertentu ketika istirahat setiap melakukan empat raka’at shalat tarawih, sebagaimana hal ini dilakukan sebagian muslimin yang mungkin belum mengetahui bahwa hal ini tidak ada tuntunannya dalam ajaran Islam.
Tidak ada tuntunan untuk memanggil jama’ah dengan ucapan Ash Sholaatul Jaami’ah. Ini termasuk perkara yang diada-adakan (baca: bid’ah). Juga dalam shalat tarawih tidak ada seruan adzan ataupun iqomah untuk memanggil jama’ah karena adzan dan iqomah hanya ada pada shalat fardhu.
Surat yang Dibaca Ketika Shalat Tarawih
Tidak ada riwayat mengenai bacaan surat tertentu dalam shalat tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jadi, surat yang dibaca boleh berbeda-beda sesuai dengan keadaan. Imam dianjurkan membaca bacaan surat yang tidak sampai membuat jama’ah bubar meninggalkan shalat. Seandainya jama’ah senang dengan bacaan surat yang panjang-panjang, maka itu lebih baik berdasarkan riwayat-riwayat yang telah kami sebutkan.
Shalat Tarawih Bersama Imam Hingga Selesai
Sudah selayaknya bagi makmum untuk menyelesaikan shalat malam hingga imam selesai. Dan kuranglah tepat jika jama’ah bubar sebelum imam selesai. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.” (HR. Nasa’i). Jika imam melaksanakan shalat tarawih ditambah shalat witir, makmum pun seharusnya ikut menyelesaikan bersama imam. Itulah yang lebih tepat.
Shalat Tarawih bagi Wanita
Jika menimbulkan godaan ketika keluar rumah, maka shalat tarawih di rumah lebih utama bagi wanita daripada di masjid. Ummu Humaid pernah mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata bahwa dia sangat senang sekali bila dapat shalat bersama beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, ”Aku telah mengetahui bahwa engkau senang sekali jika dapat shalat bersamaku. … (Namun ketahuilah bahwa) shalatmu di rumahmu lebih baik dari shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku.” (HR. Ahmad)
Jika wanita muslimah merasa tidak sempurna mengerjakan shalat tarawih tersebut di rumah, juga jika dia pergi ke masjid akan mendapat faedah lain bukan hanya shalat (nasehat atau pelajaran, dsb), maka dalam kondisi seperti ini, wanita boleh tarawih di masjid. Hal ini diperbolehkan bagi wanita asalkan dia tetap menutup aurat dengan menggunakan hijab (jilbab) yang sempurna, keluar tanpa memakai harum-haruman (parfum), dan keluarnya pun dengan izin suami.
a
322
Senin, 10 September 2012
Panduan Zakat Fithri
Zakat secara bahasa berarti an namaa’ (tumbuh), az ziyadah (bertambah), ash sholah (perbaikan), menjernihkan sesuatu dan sesuatu yang dikeluarkan dari pemilik untuk menyucikan dirinya.
Fithri sendiri berasal dari kata ifthor, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata fithri karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut. Ada pula ulama yang menyebut zakat ini juga dengan sebutan “fithroh”, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan “fithroh” (Lihat Al Majmu’, 6: 103). Sedangkan menurut istilah, zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu ifthor (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan (Mughnil Muhtaj, 1: 592).
Hikmah Disyari’atkan Zakat Fithri
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, hasan).
Hukum Zakat Fithri
Zakat Fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied.” (Muttafaqun ‘alaih).
Yang Berkewajiban Membayar Zakat Fithri
Zakat fithri ini wajib ditunaikan oleh: (1) setiap muslim, (2) yang mampu mengeluarkan zakat fithri.
Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia dikatakan mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri. Orang seperti ini yang disebut ghoni (berkecukupan) sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa meminta-minta padahal dia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka sesungguhnya dia telah mengumpulkan bara api.” Mereka berkata, ”Wahai Rasulullah, bagaimana ukuran mencukupi tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Seukuran makanan yang mengenyangkan untuk sehari-semalam.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih). Para ulama menjelaskan bahwa kepala keluarga wajib membayar zakat fithri orang yang ia tanggung nafkahnya.
Kapan Seseorang Mulai Terkena Kewajiban Membayar Zakat Fithri?
Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri jika ia bertemu terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri. Inilah yang menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i. Alasannya karena zakat fithri berkaitan dengan hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Oleh karena itu, zakat ini dinamakan demikian (disandarkan pada kata fithri) sehingga hukumnya juga disandarkan pada waktu fithri tersebut.
Bentuk Zakat Fithri
Bentuk zakat fithri adalah berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju dan semacamnya. Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa. Namun hal ini diselisihi oleh ulama Hanabilah yang membatasi macam zakat fithri hanya pada dalil (yaitu kurma dan gandum). Pendapat yang lebih tepat adalah pendapat pertama, tidak dibatasi pada dalil saja.
Ukuran Zakat Fithri
Para ulama sepakat bahwa kadar wajib zakat fithri adalah satu sho’ dari semua bentuk zakat fithri, kecuali untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis), sebagian ulama membolehkan dengan setengah sho’. Dalil dari hal ini adalah hadits Ibnu ‘Umar yang telah disebutkan bahwa zakat fithri itu seukuran satu sho’ kurma atau gandum.
Satu sho’ adalah ukuran takaran yang ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama berselisih pendapat bagaimanakah ukuran takaran ini. Lalu mereka berselisih pendapat lagi bagaimanakah ukuran timbangannya. Satu sho’ dari semua jenis ini adalah seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang. Ukuran satu sho’ jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg. Ulama lainnya mengatakan bahwa satu sho’ kira-kira 2,157 kg. Artinya jika zakat fithri dikeluarkan 2,5 kg seperti kebiasan di negeri kita, sudah dianggap sah. Wallahu a’lam.
Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fithri dengan Uang?
Ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa tidak boleh menyalurkan zakat fithri dengan uang yang senilai dengan zakat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menyatakan dibolehkannya hal ini. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bolehnya zakat fithri diganti dengan uang.
Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak bolehnya zakat fithri dengan uang sebagaimana pendapat mayoritas ulama.
Abu Daud mengatakan, “Imam Ahmad ditanya dan aku pun menyimaknya. Beliau ditanya oleh seseorang, “Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fithri?” Jawaban Imam Ahmad, “Aku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fithri dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Dalam kisah lainnya masih dari Imam Ahmad, “Ada yang berkata pada Imam Ahmad, “Suatu kaum mengatakan bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz membolehkan menunaikan zakat fithri dengan uang seharga zakat.” Jawaban Imam Ahmad, “Mereka meninggalkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas mereka mengatakan bahwa si fulan telah mengatakan demikian?! Padahal Ibnu ‘Umar sendiri telah menyatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri (dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum …)” (Muttafaqun ‘alaih). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. An Nisa’ ayat 59). Sungguh aneh, segolongan orang yang menolak ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam malah mengatakan, “Si fulan berkata demikian dan demikian”. (Lihat Al Mughni, 4: 295).
Penerima Zakat Fithri
Para ulama berselisih pendapat mengenai siapakah yang berhak diberikan zakat fithri. Mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fithri disalurkan pada 8 golongan sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 60. Sedangkan ulama Malikiyah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya dan Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa zakat fithri hanyalah khusus untuk fakir miskin saja. Karena dalam hadits disebutkan, “Zakat fithri sebagai makanan untuk orang miskin.”
Waktu Pengeluaran Zakat Fithri
Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat fithri ada dua macam: (1) waktu afdhol yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied; (2) waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu ‘Umar.
Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Setelah Shalat ‘Ied?
Barangsiapa menunaikan zakat fithri setelah shalat ‘ied tanpa ada udzur, maka ia berdosa. Inilah yang menjadi pendapat ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah. Namun seluruh ulama pakar fikih sepakat bahwa zakat fithri tidaklah gugur setelah selesai waktunya, karena zakat ini masih harus dikeluarkan. Zakat tersebut masih menjadi utangan dan tidaklah gugur kecuali dengan menunaikannya. Zakat ini adalah hak sesama hamba yang mesti ditunaikan. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menyerahkan zakat fithri kepada suatu lembaga zakat, maka sudah seharusnya memperhatikan hal ini. Sudah seharusnya lembaga zakat tersebut diberi pemahaman bahwa zakat fithri harus dikeluarkan sebelum shalat ‘ied, bukan sesudahnya. Bahkan jika zakat fithri diserahkan langsung pada si miskin yang berhak menerimanya, maka itu pun dibolehkan. Hanya Allah yang memberi taufik.
Fithri sendiri berasal dari kata ifthor, artinya berbuka (tidak berpuasa). Zakat disandarkan pada kata fithri karena fithri (tidak berpuasa lagi) adalah sebab dikeluarkannya zakat tersebut. Ada pula ulama yang menyebut zakat ini juga dengan sebutan “fithroh”, yang berarti fitrah/ naluri. An Nawawi mengatakan bahwa untuk harta yang dikeluarkan sebagai zakat fithri disebut dengan “fithroh” (Lihat Al Majmu’, 6: 103). Sedangkan menurut istilah, zakat fithri berarti zakat yang diwajibkan karena berkaitan dengan waktu ifthor (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan (Mughnil Muhtaj, 1: 592).
Hikmah Disyari’atkan Zakat Fithri
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri untuk mensucikan orang yang berpuasa dari bersenda gurau dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, hasan).
Hukum Zakat Fithri
Zakat Fithri adalah shodaqoh yang wajib ditunaikan oleh setiap muslim pada hari berbuka (tidak berpuasa lagi) dari bulan Ramadhan. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum bagi setiap muslim yang merdeka maupun budak, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun dewasa. Zakat tersebut diperintahkan untuk dikeluarkan sebelum orang-orang keluar untuk melaksanakan shalat ‘ied.” (Muttafaqun ‘alaih).
Yang Berkewajiban Membayar Zakat Fithri
Zakat fithri ini wajib ditunaikan oleh: (1) setiap muslim, (2) yang mampu mengeluarkan zakat fithri.
Menurut mayoritas ulama, batasan mampu di sini adalah mempunyai kelebihan makanan bagi dirinya dan yang diberi nafkah pada malam dan siang hari ‘ied. Jadi apabila keadaan seseorang seperti ini berarti dia dikatakan mampu dan wajib mengeluarkan zakat fithri. Orang seperti ini yang disebut ghoni (berkecukupan) sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa meminta-minta padahal dia memiliki sesuatu yang mencukupinya, maka sesungguhnya dia telah mengumpulkan bara api.” Mereka berkata, ”Wahai Rasulullah, bagaimana ukuran mencukupi tersebut?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Seukuran makanan yang mengenyangkan untuk sehari-semalam.” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih). Para ulama menjelaskan bahwa kepala keluarga wajib membayar zakat fithri orang yang ia tanggung nafkahnya.
Kapan Seseorang Mulai Terkena Kewajiban Membayar Zakat Fithri?
Seseorang mulai terkena kewajiban membayar zakat fithri jika ia bertemu terbenamnya matahari di malam hari raya Idul Fithri. Jika dia mendapati waktu tersebut, maka wajib baginya membayar zakat fithri. Inilah yang menjadi pendapat Imam Asy Syafi’i. Alasannya karena zakat fithri berkaitan dengan hari fithri, hari tidak lagi berpuasa. Oleh karena itu, zakat ini dinamakan demikian (disandarkan pada kata fithri) sehingga hukumnya juga disandarkan pada waktu fithri tersebut.
Bentuk Zakat Fithri
Bentuk zakat fithri adalah berupa makanan pokok seperti kurma, gandum, beras, kismis, keju dan semacamnya. Inilah pendapat yang benar sebagaimana dipilih oleh ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Al Fatawa. Namun hal ini diselisihi oleh ulama Hanabilah yang membatasi macam zakat fithri hanya pada dalil (yaitu kurma dan gandum). Pendapat yang lebih tepat adalah pendapat pertama, tidak dibatasi pada dalil saja.
Ukuran Zakat Fithri
Para ulama sepakat bahwa kadar wajib zakat fithri adalah satu sho’ dari semua bentuk zakat fithri, kecuali untuk qomh (gandum) dan zabib (kismis), sebagian ulama membolehkan dengan setengah sho’. Dalil dari hal ini adalah hadits Ibnu ‘Umar yang telah disebutkan bahwa zakat fithri itu seukuran satu sho’ kurma atau gandum.
Satu sho’ adalah ukuran takaran yang ada di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para ulama berselisih pendapat bagaimanakah ukuran takaran ini. Lalu mereka berselisih pendapat lagi bagaimanakah ukuran timbangannya. Satu sho’ dari semua jenis ini adalah seukuran empat cakupan penuh telapak tangan yang sedang. Ukuran satu sho’ jika diperkirakan dengan ukuran timbangan adalah sekitar 3 kg. Ulama lainnya mengatakan bahwa satu sho’ kira-kira 2,157 kg. Artinya jika zakat fithri dikeluarkan 2,5 kg seperti kebiasan di negeri kita, sudah dianggap sah. Wallahu a’lam.
Bolehkah Mengeluarkan Zakat Fithri dengan Uang?
Ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah berpendapat bahwa tidak boleh menyalurkan zakat fithri dengan uang yang senilai dengan zakat. Karena tidak ada satu pun dalil yang menyatakan dibolehkannya hal ini. Sedangkan ulama Hanafiyah berpendapat bolehnya zakat fithri diganti dengan uang.
Pendapat yang tepat dalam masalah ini adalah tidak bolehnya zakat fithri dengan uang sebagaimana pendapat mayoritas ulama.
Abu Daud mengatakan, “Imam Ahmad ditanya dan aku pun menyimaknya. Beliau ditanya oleh seseorang, “Bolehkah aku menyerahkan beberapa uang dirham untuk zakat fithri?” Jawaban Imam Ahmad, “Aku khawatir seperti itu tidak sah. Mengeluarkan zakat fithri dengan uang berarti menyelisihi perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”.
Dalam kisah lainnya masih dari Imam Ahmad, “Ada yang berkata pada Imam Ahmad, “Suatu kaum mengatakan bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz membolehkan menunaikan zakat fithri dengan uang seharga zakat.” Jawaban Imam Ahmad, “Mereka meninggalkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas mereka mengatakan bahwa si fulan telah mengatakan demikian?! Padahal Ibnu ‘Umar sendiri telah menyatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri (dengan satu sho’ kurma atau satu sho’ gandum …)” (Muttafaqun ‘alaih). Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya.” (QS. An Nisa’ ayat 59). Sungguh aneh, segolongan orang yang menolak ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam malah mengatakan, “Si fulan berkata demikian dan demikian”. (Lihat Al Mughni, 4: 295).
Penerima Zakat Fithri
Para ulama berselisih pendapat mengenai siapakah yang berhak diberikan zakat fithri. Mayoritas ulama berpendapat bahwa zakat fithri disalurkan pada 8 golongan sebagaimana disebutkan dalam surat At Taubah ayat 60. Sedangkan ulama Malikiyah, Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya dan Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa zakat fithri hanyalah khusus untuk fakir miskin saja. Karena dalam hadits disebutkan, “Zakat fithri sebagai makanan untuk orang miskin.”
Waktu Pengeluaran Zakat Fithri
Perlu diketahui bahwa waktu pembayaran zakat fithri ada dua macam: (1) waktu afdhol yaitu mulai dari terbit fajar pada hari ‘idul fithri hingga dekat waktu pelaksanaan shalat ‘ied; (2) waktu yang dibolehkan yaitu satu atau dua hari sebelum ‘ied sebagaimana yang pernah dilakukan oleh sahabat Ibnu ‘Umar.
Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri Setelah Shalat ‘Ied?
Barangsiapa menunaikan zakat fithri setelah shalat ‘ied tanpa ada udzur, maka ia berdosa. Inilah yang menjadi pendapat ulama Malikiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah. Namun seluruh ulama pakar fikih sepakat bahwa zakat fithri tidaklah gugur setelah selesai waktunya, karena zakat ini masih harus dikeluarkan. Zakat tersebut masih menjadi utangan dan tidaklah gugur kecuali dengan menunaikannya. Zakat ini adalah hak sesama hamba yang mesti ditunaikan. Oleh karena itu, bagi siapa saja yang menyerahkan zakat fithri kepada suatu lembaga zakat, maka sudah seharusnya memperhatikan hal ini. Sudah seharusnya lembaga zakat tersebut diberi pemahaman bahwa zakat fithri harus dikeluarkan sebelum shalat ‘ied, bukan sesudahnya. Bahkan jika zakat fithri diserahkan langsung pada si miskin yang berhak menerimanya, maka itu pun dibolehkan. Hanya Allah yang memberi taufik.
Minggu, 02 September 2012
Contoh Proposal PTK Bahasa Inggris SMP
I. JUDUL
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSA KATA SISWA UNTUK MENGUNGKAPKAN MAKNA DALAM BENTUK ESEI PENDEK BERBENTUK PROCEDURE DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING DI KELAS IX SMP NEGERI 4 CIAMIS.
II. BIDANG KAJIAN
Model Pembelajaran Bahasa Inggris
III. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan dan keharusan di era komunikasi dan globalisasi sekarang ini. Pelajaran Bahasa Inggris di SMP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Setelah menamatkan studi, mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, cerdas, terampil dan berkepribadian siap ikut serta dalam pembangunan nasional.
Pengajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu : Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Semua itu harus didukung oleh unsur unsur bahasa lainnya yaitu : Kosa kata, Tata Bahasa, dan Pronuonciation sesuai dengan tema sebagai alat tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dari ke empat keterampilan berbahasa tersebut diatas, pembelajaran keterampilan Membaca ( Reading) ternyata kurang dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kemampuan mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembelajaran mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report telah penulis lakukan secara klasikal. Dalam pembelajaran tersebut penulis menjelaskan materi pokok yang terdapat dalam indicator sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi makna gagasan dalam teks berbentuk procedure.
b. Mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure.
Siswa disuruh membaca teks esei pendek berbentuk procedure kemudian mereka menterjemahkannya. Selanjutnya siswa mengidentifikasi dan mencari makna gagasan dan informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure tersebut. Hasil pembelajaran tersebut ternyata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil refleksi penulis diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran siswa sangat pasif dan mengeluh serta munculnya rasa tidak percaya diri. Mereka sangat kesulitan mngerjakan tugas tugasnya. Jelas, pembelajaran ini sangat tidak epektif atau dengan kata lain pembelajaran tersebut tidak berhasil (Gagal). Uraian tersebut diatas merupakan kegagalan terhadap hasil dan proses belajar. Kegagalan tersebut merupakan masalah yang harus diatasi. Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut diatas, penulis berusaha mencari solusi yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mencari satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas. Prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) harus dilaksanakan.
Guru bukan lagi merupakan sosok yang ditakuti dan bukan pula sosok otoriter, tetapi Guru harus bisa menjadi seorang fasilitator dan motor yang mampu memfasilitasi dan menggerakan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Berdasarkan pengalaman penulis, penulis berhipotesis bahwa teknik belajar (teori belajar) Kontruktivisme sangatlah tepat kalau dipakai dalam pembelajaran ini. Penulis mencoba menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Oleh karena itu, penulis mencoba merencanakan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul, “Upaya meningkatkan kemampuan kosa kata siswa untuk mengungkapkan makna dalam bentuk esei pendek berbentuk procedure dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping di Kelas IX MTsN Lamongan.
IV. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka penulis telah merumuskan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : “Apakah melalui Model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure di kelas IX SMP MTsN Lamongan ?”
V. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagi berikut :
1. Meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure.
2. Mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan.
3. Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan ide, gagasan, pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan ataupun tulisan.
VI. MANFAAT HASIL PENELITIAN
A. Bagi Guru
1. Mengembangkan model pembelajaran yang efektif, efisien, dan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi komunikatif mereka.
2. Membantu memperbaiki / meningkatkan proses dan hasil belajar mengajar.
3. Membantu meningkatkan kualitas profesionalisme guru sebagai pendidik.
4. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dari golongan IIIa ke jenjang berikutnya.
5. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah untuk dijadikan penilaian guna mendapatkan tunjangan sertifikasi guru/pendidik.
B. Bagi Siswa
1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan merespon makna dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan dan tulisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure.
2. Meningkatkan rasa senang dan motivasi belajar.
3. Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi.
4. Meningkatkan kompetensi komunikatif dan prestasi belajar Bahasa Inggris.
5. Meningkatkan keaktifan, kreatifitas, dan hasil belajar siswa yang lebih tinggi.
C. Bagi Sekolah
Melalui Model pembelajaran Mind Mapping membantu memperbaiki pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN Lamongan ,
VII. LANDASAN TEORI
A. Teks Procedure
Teks Procedure digunakan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu ( Otong Setiawan Djuhaeri, 2006 : 38 ). Teks Procedure umumnya berisi tips atau serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu baran atau suatu aktifitas. Teks Procedure dikenal pula dengan istilah directory dan biasanya dalam pembentukannya menggunakan kalimat imperative ( Suruhan ). Teks ini umumnya memiliki generic structure ( susunan umum ): 1). Goal atau tujuan kegiatan. 2). Materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu barang / melakukan suatu aktifitas yang sifatnya opsional. 3). Steps atau Tahapan-tahapn proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas.
A. Contextual Teaching Learning ( CTL )
Setiap siswa mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Ketika siswa melihat suatu persoalan maka cara dan intensitas berfikir setiap siswa pun berbeda pula. Perbedaan perbedaan tersebut akibat dari perbedaan minat, kemampuan, kesenjangan, pengalaman, cara belajar, dan sebagainya ( Depdiknas, 2002 : 24 ). Perbedaan perbedaan tersebut akan berdampak pada proses dan hasil sebuah pembelajaran. Berbagai pendekatan, strategi dan model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli untuk mengcover kemampuan berpikir siswa yang berbeda beda tersebut. Pendekatan yang paling sering digunakan di era KTSP adalah Contextual Teaching Learning ( CTL ) yang dikembangkan dalam model Cooperative Learning. Pendekatan CTL itu sendiri memiliki 7 elemen penting yaitu : Inquiri ( Inquiri ), Pertanyaan ( Questioning ), Kontruktifistik ( Kontruktifism ), Pemodelan ( Modeling ), Masyarakat Belajar ( Learning Community ), Penilaian Otentik ( Authentic Assestment ), dan Refleksi ( Reflektion ). Para ahli berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di era pendidikan sekarang yang lebih menekankan pada kontektual, bermakna, dan menyenangkan. Blancard (2001) mengembangkan strategi pembelajaran kontektual dengan :
1. Menekankan pemecahan masalah.
2. Menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah, masyarakat, dan pekerjaan.
3. Mengajarai siswa memonitor dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri sehingga menjadi siswa mandiri.
4. Mengaitkan pembelajaran pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda.
5. Mendorong siswa untuk belajar dari sesama teman dan belajar bersama dan
6. Menerapkan penilaian autentik.
Penulis menyetujui bahwa pendekatan CTL sangat cocok untuk digunakan dan sesuai dengan KTSP, hanya saja tujuh pilar CTL ini dianggap terlalu berat untuk digunakan semua dalam pembelajaran di MTsN Lamongan khususnya kelas IX. Maka dari itu, penulis mendesain satu teknik pembelajaran yang lebih sedrhana tanpa mengurangi esensi dari CTL itu sendiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Model pembelajaran Mind Mapping.
B. Mind Mapping
Mind mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan pada pemetaan otak yaitu dengan cara menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali keluar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan dikota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang luas. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan perdi dan dimana kita berada. Mind Mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyeusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa. Ada beberapa kelebihan apabila kita menggunakan model pembelajaran mind mapping antara lain : a). Cara ini cepat. b). Teknik ini dapat digunakan untuk mengorganisasi ide ide yang muncul dikepala anda. c). Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain. d). Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis. (http://www.escaeva.com/tips-menulis/tips-fiksi/menulis-dengan-diagram-balon.html).
VIII. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
A. Rencana Penelitian
1. Subjek Penelitan
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTsN Lamongan berjumlah 40 Orang.
2. Tempat penelitian
MTsN Lamongan kab. Lamongan.
3. Waktu Penelitian
Waktu penelitian mulai perencananan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut mulai Januari s.d. April 2011 pada semester 2 tahun pelajaran 2010-2011.
4. Lama Tindakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan mulai dari Siklus I dan Siklus II selama 3 bulan.
B. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1998) yang mencakup kegiatan Perencanaan (planning), Tindakan (action), Observasi (observation), Refleksi (reflektion), dan Evaluasi (evaluation). Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru MTsN Lamongan . Proses pembelajaran ini di teliti melaluiPenelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dengan kegiatan sebagai berikut :
SIKLUS ke-1
Tahap Perencanaan (planning), mencakup :
1. Mengidentifikasi masalah.
2. Menganalisis dan merumuskan masalah.
3. Merancang model pembelajaran klasikal.
4. Mendiskusikan model pembelajaran interaktif.
5. Menyiapkan instrumen (angket,pedoman,observasi,tes akhir).
6. Menyusun kelompok belajar peserta didik
7. Merencanankan tugas kelompok
Tahap Melakukan Tindakan (action), mencakup :
1. Melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan perencanaan.
2. Menerapkan model pembelajaran klasikal.
3. Melakukan pengamatan pada setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana.
4. Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
5. Mengantisipasi dengan mencari solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahapan-tahapan kegiatan.
Tahap Mengamati (observation), mencakup :
1. Melakukan diskusi dengan guru MTsN Lamongan dan Kepala Sekolah untuk rencana observasi.
2. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran klasikal yang dilakukan guru di kelas IX.
3. Mencatat setiap perubahan dan kegiatan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran klasikal.
4. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Tahap Refleksi (reflection), mencakup :
1. Menganalisis temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi.
2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran klasikal dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.
3. Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran klasikal.
4. Melakukan refleksi terhadap kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
5. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar peserta didik.
SIKLUS ke-2
Tahap Perencanaan (planning), mencakup :
1. Mengevaluasi hasil refleksi, mendiskusikan, dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya.
2. Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran.
3. Merancang perbaikan berdsarkan refleksi siklus 1.
Tahap Melakukan Tindakan (action), mencakup :
1. Melakukan analisis pemecahan masalah.
2. Melaksanakan tindakan perbaikan dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
Tahap Mengamati (observation), mencakup :
1. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
2. Mencatat perubahan yang terjadi.
3. Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan umpan balik.
4. Menyusun rekomendasi.
Dari setiap kegiatan pada Siklus 1 dan Siklus 2, hasil yang diharapkan adalah agar 1). Peserta didik memiliki kemampuan dan kreatifitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. 2). Guru memiliki kemampuan merancang dan menerapkan model pembelajaran yang interaktif dengan kerja kelompok khusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris, dan 3). Terjadi peningkatan prestasi anak didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Analisis data untuk lebih menjamin keakuratan data penelitian dilakukan perekaman dalam video photo. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam bentuk laporan hasil penelitian. Dari rancangan pembelajaran interaktif dan pemberian tugas kerja kelompok dolakukanj validasi oleh teman sejawat dan kepala sekolah. Untuk kreatifitas peserta didikdalam pembelajaran digunakan observasi dan angket dan untuk perolehan hasil belajar peserta didik digunakan deskripsi kuantitatif.
IX. JADWAL PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2010-2011, antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2010 dan rencana berlangsung selama 2 bulan secara berkesinambungan. Dengan agenda kegiatan sbb :
No. Tgl. Pertemuan Tahap Kegiatan Ket.
1. 3 Januari 2011 Siklus 1 : Tahap Perencanaan Data Video photo
( Planing )
2. 10 Januari 2011 Tahap Melakukan Tindakan tiap-tiap pengamatan
(action)
3. 17 Januari 2011 Tahap Mengamati (observation)
4. 24 Januari 2011 Tahap Refleksi (reflection)
5. 03 Pebruari 2011 Siklus 2 : Tahap Perencanaan
(planning)
6. 10 Pebruari 2011 Tahap Melakukan Tindakan
(action)
7. 17 Pebruari 20111 Tahap Mengamati (observation)
8. 24 Pebruari 2011 Tahap Refleksi (reflection)
9. 01 Maret 2011 Tahap Analisis Data dan Deskripsi
Temuan sebagai bahan laporan
10. 7-14 Maret 2010 Menyusun Laporan PTK
XII. DAFTAR PUSTAKA
Kemmis, S. dan Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Deakin:Deakin University.
Wibawa, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendasmen Dirtendik: 2003.
Arikunto, Suharsimi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Dirjen PMPPTK.
Suhardjono, et.al. 2005. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta:Dirjen Dikgu dan Tentis.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta.
Mulyana, Slamet. 2007. Penelitian Tindakan Kelas dalam Pengembangan Propesi Guru. Bandung:LPMP
II. BIDANG KAJIAN
Model Pembelajaran Bahasa Inggris
III. PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kemampuan berbahasa Inggris merupakan suatu kebutuhan dan keharusan di era komunikasi dan globalisasi sekarang ini. Pelajaran Bahasa Inggris di SMP berfungsi sebagai alat pengembangan diri siswa dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Setelah menamatkan studi, mereka diharapkan dapat tumbuh dan berkembang menjadi individu yang mandiri, cerdas, terampil dan berkepribadian siap ikut serta dalam pembangunan nasional.
Pengajaran Bahasa Inggris di SMP meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu : Menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Semua itu harus didukung oleh unsur unsur bahasa lainnya yaitu : Kosa kata, Tata Bahasa, dan Pronuonciation sesuai dengan tema sebagai alat tujuan dari pembelajaran itu sendiri. Dari ke empat keterampilan berbahasa tersebut diatas, pembelajaran keterampilan Membaca ( Reading) ternyata kurang dapat berjalan sebagaimana mestinya. Kemampuan mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report adalah salah satu Kompetensi Dasar (KD) yang harus dikuasai oleh siswa Kelas IX Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pembelajaran mengungkapkan dan merespon makna dalam bentuk esei pendek sederhana secara akurat, lancar, dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure dan report telah penulis lakukan secara klasikal. Dalam pembelajaran tersebut penulis menjelaskan materi pokok yang terdapat dalam indicator sebagai berikut :
a. Mengidentifikasi makna gagasan dalam teks berbentuk procedure.
b. Mengidentifikasi berbagai informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure.
Siswa disuruh membaca teks esei pendek berbentuk procedure kemudian mereka menterjemahkannya. Selanjutnya siswa mengidentifikasi dan mencari makna gagasan dan informasi yang terdapat dalam teks berbentuk procedure tersebut. Hasil pembelajaran tersebut ternyata dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil refleksi penulis diperoleh data bahwa selama proses pembelajaran siswa sangat pasif dan mengeluh serta munculnya rasa tidak percaya diri. Mereka sangat kesulitan mngerjakan tugas tugasnya. Jelas, pembelajaran ini sangat tidak epektif atau dengan kata lain pembelajaran tersebut tidak berhasil (Gagal). Uraian tersebut diatas merupakan kegagalan terhadap hasil dan proses belajar. Kegagalan tersebut merupakan masalah yang harus diatasi. Untuk mengatasi kegagalan pembelajaran tersebut diatas, penulis berusaha mencari solusi yang sesuai dengan tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam hal ini seorang guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam mencari satu teknik pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas. Prinsip PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) harus dilaksanakan.
Guru bukan lagi merupakan sosok yang ditakuti dan bukan pula sosok otoriter, tetapi Guru harus bisa menjadi seorang fasilitator dan motor yang mampu memfasilitasi dan menggerakan siswa untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan. Berdasarkan pengalaman penulis, penulis berhipotesis bahwa teknik belajar (teori belajar) Kontruktivisme sangatlah tepat kalau dipakai dalam pembelajaran ini. Penulis mencoba menggunakan model pembelajaran Mind Mapping. Oleh karena itu, penulis mencoba merencanakan melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul, “Upaya meningkatkan kemampuan kosa kata siswa untuk mengungkapkan makna dalam bentuk esei pendek berbentuk procedure dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping di Kelas IX MTsN Lamongan.
IV. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH
Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut diatas maka penulis telah merumuskan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah : “Apakah melalui Model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam memahami dan merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure di kelas IX SMP MTsN Lamongan ?”
V. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagi berikut :
1. Meningkatkan kemampuan kosa kata siswa dalam merespon makna teks esei pendek berbentuk procedure.
2. Mengembangkan strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang efektif, efisien, dan menyenangkan.
3. Siswa dapat melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan komunikasi dengan mengungkapkan ide, gagasan, pendapat dan perasaannya secara sederhana baik lisan ataupun tulisan.
VI. MANFAAT HASIL PENELITIAN
A. Bagi Guru
1. Mengembangkan model pembelajaran yang efektif, efisien, dan yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris untuk meningkatkan kompetensi komunikatif mereka.
2. Membantu memperbaiki / meningkatkan proses dan hasil belajar mengajar.
3. Membantu meningkatkan kualitas profesionalisme guru sebagai pendidik.
4. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah yang merupakan salah satu syarat kenaikan pangkat dari golongan IIIa ke jenjang berikutnya.
5. Membantu dalam penyusunan karya ilmiah untuk dijadikan penilaian guna mendapatkan tunjangan sertifikasi guru/pendidik.
B. Bagi Siswa
1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami dan merespon makna dalam esei pendek sederhana dengan menggunakan ragam bahasa lisan dan tulisan secara akurat, lancar dan berterima untuk berinteraksi dalam konteks kehidupan sehari hari dalam teks berbentuk procedure.
2. Meningkatkan rasa senang dan motivasi belajar.
3. Meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam berkomunikasi.
4. Meningkatkan kompetensi komunikatif dan prestasi belajar Bahasa Inggris.
5. Meningkatkan keaktifan, kreatifitas, dan hasil belajar siswa yang lebih tinggi.
C. Bagi Sekolah
Melalui Model pembelajaran Mind Mapping membantu memperbaiki pembelajaran Bahasa Inggris di MTsN Lamongan ,
VII. LANDASAN TEORI
A. Teks Procedure
Teks Procedure digunakan untuk memberikan petunjuk tentang langkah-langkah/metoda/cara-cara melakukan sesuatu ( Otong Setiawan Djuhaeri, 2006 : 38 ). Teks Procedure umumnya berisi tips atau serangkaian tindakan atau langkah dalam membuat suatu baran atau suatu aktifitas. Teks Procedure dikenal pula dengan istilah directory dan biasanya dalam pembentukannya menggunakan kalimat imperative ( Suruhan ). Teks ini umumnya memiliki generic structure ( susunan umum ): 1). Goal atau tujuan kegiatan. 2). Materials atau bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat suatu barang / melakukan suatu aktifitas yang sifatnya opsional. 3). Steps atau Tahapan-tahapn proses pembuatan dan pelaksanaan aktifitas.
A. Contextual Teaching Learning ( CTL )
Setiap siswa mempunyai kemampuan berfikir yang berbeda-beda. Ketika siswa melihat suatu persoalan maka cara dan intensitas berfikir setiap siswa pun berbeda pula. Perbedaan perbedaan tersebut akibat dari perbedaan minat, kemampuan, kesenjangan, pengalaman, cara belajar, dan sebagainya ( Depdiknas, 2002 : 24 ). Perbedaan perbedaan tersebut akan berdampak pada proses dan hasil sebuah pembelajaran. Berbagai pendekatan, strategi dan model pembelajaran telah dikembangkan oleh para ahli untuk mengcover kemampuan berpikir siswa yang berbeda beda tersebut. Pendekatan yang paling sering digunakan di era KTSP adalah Contextual Teaching Learning ( CTL ) yang dikembangkan dalam model Cooperative Learning. Pendekatan CTL itu sendiri memiliki 7 elemen penting yaitu : Inquiri ( Inquiri ), Pertanyaan ( Questioning ), Kontruktifistik ( Kontruktifism ), Pemodelan ( Modeling ), Masyarakat Belajar ( Learning Community ), Penilaian Otentik ( Authentic Assestment ), dan Refleksi ( Reflektion ). Para ahli berpendapat bahwa model pembelajaran ini sangat cocok untuk diterapkan di era pendidikan sekarang yang lebih menekankan pada kontektual, bermakna, dan menyenangkan. Blancard (2001) mengembangkan strategi pembelajaran kontektual dengan :
1. Menekankan pemecahan masalah.
2. Menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah, masyarakat, dan pekerjaan.
3. Mengajarai siswa memonitor dan mengarahkan pembelajaran mereka sendiri sehingga menjadi siswa mandiri.
4. Mengaitkan pembelajaran pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda.
5. Mendorong siswa untuk belajar dari sesama teman dan belajar bersama dan
6. Menerapkan penilaian autentik.
Penulis menyetujui bahwa pendekatan CTL sangat cocok untuk digunakan dan sesuai dengan KTSP, hanya saja tujuh pilar CTL ini dianggap terlalu berat untuk digunakan semua dalam pembelajaran di MTsN Lamongan khususnya kelas IX. Maka dari itu, penulis mendesain satu teknik pembelajaran yang lebih sedrhana tanpa mengurangi esensi dari CTL itu sendiri. Dalam penelitian ini penulis menggunakan Model pembelajaran Mind Mapping.
B. Mind Mapping
Mind mapping merupakan salah satu model pembelajaran yang menekankan pada pemetaan otak yaitu dengan cara menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambilnya kembali keluar otak. Bentuk mind mapping seperti peta sebuah jalan dikota yang mempunyai banyak cabang. Seperti halnya peta jalan kita bisa membuat pandangan secara menyeluruh tentang pokok masalah dalam suatu area yang luas. Dengan sebuah peta kita bisa merencanakan sebuah rute tercepat dan tepat dan mengetahui kemana kita akan perdi dan dimana kita berada. Mind Mapping bisa disebut sebuah peta rute yang digunakan ingatan, membuat kita bisa menyeusun fakta dan pikiran sedemikian rupa sehingga cara kerja otak kita yang alami akan dilibatkan sejak awal sehingga mengingat informasi akan lebih mudah dan bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat biasa. Ada beberapa kelebihan apabila kita menggunakan model pembelajaran mind mapping antara lain : a). Cara ini cepat. b). Teknik ini dapat digunakan untuk mengorganisasi ide ide yang muncul dikepala anda. c). Proses menggambar diagram bisa memunculkan ide-ide yang lain. d). Diagram yang sudah terbentuk bisa menjadi panduan untuk menulis. (http://www.escaeva.com/tips-menulis/tips-fiksi/menulis-dengan-diagram-balon.html).
VIII. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN
A. Rencana Penelitian
1. Subjek Penelitan
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX MTsN Lamongan berjumlah 40 Orang.
2. Tempat penelitian
MTsN Lamongan kab. Lamongan.
3. Waktu Penelitian
Waktu penelitian mulai perencananan sampai penulisan laporan hasil penelitian tersebut mulai Januari s.d. April 2011 pada semester 2 tahun pelajaran 2010-2011.
4. Lama Tindakan
Waktu untuk melaksanakan tindakan mulai dari Siklus I dan Siklus II selama 3 bulan.
B. Prosedur Penelitian
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian berdasarkan pada prinsip Kemmis dan Taggart (1998) yang mencakup kegiatan Perencanaan (planning), Tindakan (action), Observasi (observation), Refleksi (reflektion), dan Evaluasi (evaluation). Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus. Penelitian ini dilakukan dengan cara berkolaborasi dengan guru-guru MTsN Lamongan . Proses pembelajaran ini di teliti melaluiPenelitian Tindakan Kelas dengan dua siklus dengan kegiatan sebagai berikut :
SIKLUS ke-1
Tahap Perencanaan (planning), mencakup :
1. Mengidentifikasi masalah.
2. Menganalisis dan merumuskan masalah.
3. Merancang model pembelajaran klasikal.
4. Mendiskusikan model pembelajaran interaktif.
5. Menyiapkan instrumen (angket,pedoman,observasi,tes akhir).
6. Menyusun kelompok belajar peserta didik
7. Merencanankan tugas kelompok
Tahap Melakukan Tindakan (action), mencakup :
1. Melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan perencanaan.
2. Menerapkan model pembelajaran klasikal.
3. Melakukan pengamatan pada setiap langkah-langkah kegiatan sesuai rencana.
4. Memperhatikan alokasi waktu yang ada dengan banyaknya kegiatan yang dilaksanakan.
5. Mengantisipasi dengan mencari solusi apabila menemui kendala saat melakukan tahapan-tahapan kegiatan.
Tahap Mengamati (observation), mencakup :
1. Melakukan diskusi dengan guru MTsN Lamongan dan Kepala Sekolah untuk rencana observasi.
2. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran klasikal yang dilakukan guru di kelas IX.
3. Mencatat setiap perubahan dan kegiatan yang terjadi saat penerapan model pembelajaran klasikal.
4. Melakukan diskusi dengan guru untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dilakukan guru serta memberikan saran perbaikan untuk pembelajaran berikutnya.
Tahap Refleksi (reflection), mencakup :
1. Menganalisis temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi.
2. Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran klasikal dan mempertimbangkan langkah selanjutnya.
3. Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran klasikal.
4. Melakukan refleksi terhadap kreatifitas peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
5. Melakukan refleksi terhadap hasil belajar peserta didik.
SIKLUS ke-2
Tahap Perencanaan (planning), mencakup :
1. Mengevaluasi hasil refleksi, mendiskusikan, dan mencari upaya perbaikan untuk diterapkan pada pembelajaran berikutnya.
2. Mendata masalah dan kendala yang dihadapi saat pembelajaran.
3. Merancang perbaikan berdsarkan refleksi siklus 1.
Tahap Melakukan Tindakan (action), mencakup :
1. Melakukan analisis pemecahan masalah.
2. Melaksanakan tindakan perbaikan dengan menggunakan penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
Tahap Mengamati (observation), mencakup :
1. Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Mind Mapping.
2. Mencatat perubahan yang terjadi.
3. Melakukan diskusi membahas masalah yang dihadapi saat pembelajaran dan memberikan umpan balik.
4. Menyusun rekomendasi.
Dari setiap kegiatan pada Siklus 1 dan Siklus 2, hasil yang diharapkan adalah agar 1). Peserta didik memiliki kemampuan dan kreatifitas serta selalu aktif terlibat dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. 2). Guru memiliki kemampuan merancang dan menerapkan model pembelajaran yang interaktif dengan kerja kelompok khusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris, dan 3). Terjadi peningkatan prestasi anak didik pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Analisis data untuk lebih menjamin keakuratan data penelitian dilakukan perekaman dalam video photo. Data yang diperoleh dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan permasalahan yang ada dalam bentuk laporan hasil penelitian. Dari rancangan pembelajaran interaktif dan pemberian tugas kerja kelompok dolakukanj validasi oleh teman sejawat dan kepala sekolah. Untuk kreatifitas peserta didikdalam pembelajaran digunakan observasi dan angket dan untuk perolehan hasil belajar peserta didik digunakan deskripsi kuantitatif.
IX. JADWAL PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada semester 2 tahun pelajaran 2010-2011, antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2010 dan rencana berlangsung selama 2 bulan secara berkesinambungan. Dengan agenda kegiatan sbb :
No. Tgl. Pertemuan Tahap Kegiatan Ket.
1. 3 Januari 2011 Siklus 1 : Tahap Perencanaan Data Video photo
( Planing )
2. 10 Januari 2011 Tahap Melakukan Tindakan tiap-tiap pengamatan
(action)
3. 17 Januari 2011 Tahap Mengamati (observation)
4. 24 Januari 2011 Tahap Refleksi (reflection)
5. 03 Pebruari 2011 Siklus 2 : Tahap Perencanaan
(planning)
6. 10 Pebruari 2011 Tahap Melakukan Tindakan
(action)
7. 17 Pebruari 20111 Tahap Mengamati (observation)
8. 24 Pebruari 2011 Tahap Refleksi (reflection)
9. 01 Maret 2011 Tahap Analisis Data dan Deskripsi
Temuan sebagai bahan laporan
10. 7-14 Maret 2010 Menyusun Laporan PTK
XII. DAFTAR PUSTAKA
Kemmis, S. dan Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Deakin:Deakin University.
Wibawa, Basuki. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Depdiknas Dirjen Pendasmen Dirtendik: 2003.
Arikunto, Suharsimi. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Dirjen PMPPTK.
Suhardjono, et.al. 2005. Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Jakarta:Dirjen Dikgu dan Tentis.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. Jakarta.
Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Lampiran Permendiknas no 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. Jakarta.
Mulyana, Slamet. 2007. Penelitian Tindakan Kelas dalam Pengembangan Propesi Guru. Bandung:LPMP
CONTOH PTK BAHASA INGGRIS SMP TERBARU
Pada postingan kali ini saya ingin berbagi kepada kawan-kawan guru Bahasa Inggris, seperti kita ketahui, PTK (Penelitian Tindakan Kelas) adalah suatu keharusan bagi seorang guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan, apalagi bagi guru yang sudah berstatus guru professional dengan mengantongi sertifikat pendidik dan dibayar mahal oleh pemerintah, bisa dikatakan ini wajib.
tapi banyak guru yang tidak tahu harus memulai dari mana, ini bukan berarti mereka tidak bisa, tapi tidak tahu bagaimana harus memulai. di sini saya berikan contoh PTK saya (belum rampung), dan kawan-kawan bisa menjadikannya sebagai bahan referensi.
tapi banyak guru yang tidak tahu harus memulai dari mana, ini bukan berarti mereka tidak bisa, tapi tidak tahu bagaimana harus memulai. di sini saya berikan contoh PTK saya (belum rampung), dan kawan-kawan bisa menjadikannya sebagai bahan referensi.
semoga bermanfaat..
CONTOH PTK BAHASA INGGRIS
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kadang memang menyulitkan dan jadi momok Bagi Bapak Ibu Guru, berikut ini ada contoh PTK Bahasa Inggris mungkin bisa jadi acuan untuk Bapak Iu guru yang membutuhkan.
DOWNLOAD CONTOH PTK BAHASA INGGRIS Disini
Kamis, 23 Agustus 2012
Jumat, 10 Agustus 2012
UJI KOPETENSI GURU
Sekapur Sirih
Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan menjadikan peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tuntutan peran guru tersebut menjadi semakin besar dengan telah dicanangkannya “guru sebagai profesi� oleh Presiden pada tanggal 4 Desember 2004. Sehingga pada tahun 2005 terbitlah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan Pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru telah dilakukan ...selengkapnya.
Profesionalisme guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kode etik profesi. Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui upaya peningkatan kompetensi guru yang dilaksanakan dan diperuntukan bagi semua guru baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Sehubungan dengan itu, uji kompetensi guru (UKG) dilakukan untuk pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai entry point penilaian kinerja guru (PKG). Dengan demikian UKG bukan merupakan resertifikasi atau uji kompetensi ulang maupun untuk memutus tunjangan profesi.
Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan menjadikan peran yang sangat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Tuntutan peran guru tersebut menjadi semakin besar dengan telah dicanangkannya “guru sebagai profesional oleh Presiden pada tanggal 4 Desember 2004. Sehingga pada tahun 2005 terbitlah Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Sehubungan dengan hal tersebut, kebijakan Pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan profesi guru telah dilakukan melalui berbagai upaya.
Profesionalisme guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kode etik profesi. Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui upaya peningkatan kompetensi guru yang dilaksanakan dan diperuntukan bagi semua guru baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Sehubungan dengan itu, uji kompetensi guru (UKG) dilakukan untuk pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai entry point penilaian kinerja guru (PKG). Dengan demikian UKG bukan merupakan resertifikasi atau uji kompetensi ulang maupun untuk memutus tunjangan profesi.

Profesionalisme guru diselenggarakan melalui pengembangan diri yang dilakukan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif, dan berkelanjutan dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kode etik profesi. Pengembangan keprofesian berkelanjutan melalui upaya peningkatan kompetensi guru yang dilaksanakan dan diperuntukan bagi semua guru baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Sehubungan dengan itu, uji kompetensi guru (UKG) dilakukan untuk pemetaan kompetensi, pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) dan sebagai entry point penilaian kinerja guru (PKG). Dengan demikian UKG bukan merupakan resertifikasi atau uji kompetensi ulang maupun untuk memutus tunjangan profesi.
Bagi yang akan menjalani Uji Kompetensi Guru silakan bisa Anda lihat atau download video tutorial software UKG ini sebagai acuan/petunujuk penggunaan program aplikasi tes UKG Online/
Langganan:
Postingan (Atom)
