Pendidikan
di sekolah saat ini bertujuan membangun generasi muda unggul dan
berprestasi. Sudah sering kita membaca di media prestasi - prestasi
yang di torehkan oleh para remaja, bahkan anak didiknya sudah mampu
berbicara di dunia internasional. Rasa bangga pasti dirasakan oleh sang
jawara, apa lagi sang pembimbing dalam hal ini Guru didik yang sudah
bersusah payah menggembleng anak didiknya agar apa yang beliau impikan
tercapai.
Dalam dunia pendidikan Ilmu pengetahuan rasanya tidak
ada habis-habisnya dan rasanya harus di pahami oleh murid, bahkan tidak
jarang sekolah mengadakan les atau jam mata pelajaran tambahan. Biasanya
ini di khususkan pada mereka yang akan menghadapi UNAS. Namun sayang
sekian persen Ilmu agama jarang di prioritaskan, padahal Agama sangat
rentan dengan perkembangan siswa. Apa yang terjadi jika siswa pintar /
pandai namun tidak mempunya moral bagus ? Apakah bangga orang tuanya
jika anaknya berprestasi namun dia terjerumus narkoba dan pergaulan bebas? Sudah banyak kan pelajar yang terjerumus pergaulan bebas di saat ini? tanpa adanya filter dari lingkungan.
Dalam
bahasa Indonesia kata pendidikan merupakan kata jadian
yang berasal dari kata didik yang diberi awalan pe- dan akhiran -an
yang berarti proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang
dalam
usaha mendewasakan manusia. Pendidikan merupakan proses
mengubah keadaan anak didik dengan berbagai cara untuk
mempersiapkan masa depan yang baik baginya.
Dalam bahasa Arab kata
tarbiyah mempunyai pengertian yang lebih luas dan lebih cocok dipakai
untuk kata pendidikan dalam bahasa Indonesia, karena terasa lebih luas
cakupannya yakni bukan sekedar memberikan ilmu pengetahuan
dan membina akhlak tetapi mencakup segala aspek pembinaan
kepribadian anak didik secara utuh. Menurut Abdur Rahman alBani
pendidikan memiliki 4 unsur yaitu :
1. Menjaga dan memelihara fitrah anak menjelang dewasa (baligh)
2. Mengembangkan seluruh potensi
3. Mengarah seluruh fitrah dan potensi menuju kesempurnaan
4. Melaksanakannya secara bertahap
Dari
pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud
dengan pendidikan dalam hal ini ialah pendidikan Islam meliputi
unsur-unsur memelihara dan mengembangkan potensi atau fitrah
anak didik secara bertahap sesuai dengan perkembangannya. Menurut
Abdullah Yasin, Islam mengutamakan 4 jenis pendidikan sebagai
berikut :
1. Pendidikan Jasmani
2. Pendidikan Akal
3. Pendidikan Akhlak
4. Pendidikan Kerohanian
Berdasarkan
pendapat yang dikemukakan di atas, maka pendidikan akhlak
merupakan salah satu bagian pendidikan dalam Islam yang
sangat diperlukan agar anak memiliki akhlak yang baik. Akhlak yang baik
dari seorang anak akan melahirkan generasi yang baik pula, yaitu
generasi muda atau remaja yang taat kepada Allah, berbakti kepada orang
tua dan memperhatikan hak-hak bagi saudara muslim yang lain.
Semoga bermanfaat
a
322
Sabtu, 12 Oktober 2013
Kamis, 10 Oktober 2013
THOHAROH
secara morfologi (bahasa): Thoharoh berarti An-Nazhofah (pembersihan) atau An-Nazahah (pensucian).
Secara Etimologi (istilah): membersihkan diri dari najis (kotoran) dan hadats. Atau mensucikan diri dari segala macam sifat/ perangai/ akhlak/ perilaku yang kotor/ tidak terpuji.
B. Macam-Macam Thoharoh
Thoharoh ada dua macam, yaitu:
1. Thoharoh Bathiniyah Ma’nawiyah (pensucian jiwa).
Yaitu
mensucikan diri, hati dan jiwa dari noda syirik, syak (keraguan),
subhat (racun kebohongan) dan bentuk-bentuk perbuatan maksiat lainnya.
Cara-caranya dengan:
· Mengikhlaskan ibadah hanya kepada Alloh semata, dengan memfokuskan tujuan dan sasaran ibadah hanya kepada-Nya saja.
· Mutaba’ah
(mengikuti) Rosululloh saw dalam beramal, berperilaku, bermuamalah dan
berakhlak, bahkan dalam segala hal yang kita anggap remeh sekalipun.
· Membersihkan
diri dari pengaruh dan noda hitam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan
segala bentuk penyimpangan dalam syari’at, dengan taubat nashuhah
(sungguh-sungguh)
2. Thoharoh Dzohiroh Hissiyah
Yaitu membersihkan diri dari khobats (kotoran luar) dan hadats (dari dalam).
Khobats
adalah najis (kotoran) yang dapat dihilangkan dengan air seperti
kotoran yang melekat dibaju orang sholat, dibadan dan ditempat
sholatnya. Sedangkan hadats adalah thoharoh dari kotoran yang khusus dan
tertentu cara menghilangkannya yaitu dengan wudhu, mandi atau tayamum.
(inilah yang menjadi bahasan dalam bab ini).
C. Jenis-Jenis Air
Ada empat (4) jenis air yaitu:
1) Air Mutlaq.
Yaitu air yang secara dzat / dzohirnya suci dan dapat dipergunakan untuk bersuci (suci mensucikan). Diantaranya adalah:
a) Air hujan, salju atau es (hujan es), embun, mata air dan air sungai.
Alloh swt berfirman:
Artinya:"Dan Alloh menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk mensucikan kalian dengan hujan itu". (QS. Al Anfaal:11)
Dari
itu Alloh menurunkan air hujan dari langit kepada kalian agar dia
sucikan kalian dengan air hujan itu dari hadats dan khobats. (lihat
Taisir Al-Aziz Ar-Rohman: 278).
b) Air Laut
Abu Huroiroh ra berkata:
"seorang
laki-laki bertanya kepada Rosululloh saw seraya berkata: ya Rosululloh,
saya sedang brlayar dan hanya membawa sedikit air. Jika kami berwudhu
memakai air minum itu, kami akan kehausan. Apakah kami boleh berwudhu
dengan air laut? Rosululloh saw bersabda: laut itu suci airnya dan halal
bangkainya". (HR. At-Tirmidzi: 63, ia berkata ini hadits hasan shohih)
c) Air zamzam.
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ دَعَا بِسَجْلٍ مِنْ مَاءِ زَمْزَمٍ فَشَرِبَ مِنْهُ وَتَوَضَّأَ
Ali
ra berkata:" sesungguhnya Rosululloh saw minta satu ketel air zamzam,
lalu beliau meminumnya dan berwudhu dengannya". (lihat Irwaul Gholil:
13, shohih)
d) Air
yang tercampur, karena telah lama tergenang pada suatu tempat atau
karena bercampur dengan benda yang dapat merubah dzat air tersebut
seperti air yang dipeuhi oleh lumut atau ganggang atau bercampur dengan
daun-daun (yang membusuk).
2) Air Must’mal.
Yaitu air sisa wudhu atau mandi. Air jenis ini hukumnya sama dengan hukum air mutlak yaitu suci mensucikan.
اغْتَسَلَ
بَعْضُ أَزْوَاجِ النَّبِيِّ فِيْ جَفْنَةٍ فَأَرَادَ رَسُوْلَ اللهِ أَنْ
يَتَوَضَّأَ مِنْهُ فَقَالَتْ : يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنِّيْ كُنْتُ
جُنُبًا فَقَالَ: "إِنَّ المَاءَ لَا يَجْنِبُ".
”sebagian
isteri-isteri Nabi saw mandi disatu bak. Kemudian Nabi Muhammad saw
hendak berwudhu dari air tersebut. Maka isterinya berkata:"Ya Rosulalloh
saya tadi junub. Beliau menjawab: sesungguhnya air tidak menjadi
junub". (HR. At-Tirmidzi: 65, ia berkata: ini hadits hasan shohih)
Hadits
ini dijadikan dalil atas sucinya air musta’mal. Dan air tidak menjadi
junub dengan mandinya orang junub dari air dikolam tersebut.
3) Air yang bercampur dengan sesuatu yang suci
Seperti
bercampur dengan sabun, minyak zaitun, za’faron, tepung dan sesuatu
lainnya yang dapat merubah dzat air. Hukum air ini adalah suci selama
masih dianggap sebagai air murni.
Dan apabila secara adat sudah tidak dapat dikatakan sebagai air maka ia pun tetap suci, namun tidak dapat digunakan untuk bersuci.
Ummu Athiyah berkata:
دَخَلَ
عَلَيْنَا النَّبِيِّ وَ نَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَتَهُ فَقَالَ: اغْسِلْنَهَا
ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ إِنْ رَأَيْتُنَّ مِنْ
ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ
"Nabi
saw memasuki kami saat kami memandikan anak putrinya. Beliau bersabda:
mandikanlah tiga kali, lima kali atau lebih jika dipandang perlu dengan
campuran air dan daun bidara….". (HR. Bukhori : 1253 dan Muslim: 939)
4) Air yang bercampur dengan sesuatu yang najis.
Hal ini masih mempunyai dua kemungkinan, yaitu:
a. Jika najis tersebut merubah dzat (rasa, warna dan bau) air, maka airnya tidak dapat digunaka untuk thoharoh.
b. Jika
najis tersebut tidak merubah salah satu dari dzat air, sehingga secara
adat pun air tersebut masih dianggap sebagai air, maka hukumnya suci
mensucikan.
D. Hukum-Hukum Bejana
Diantara hukum-hukum yang berkaitan dengan bejana (mangkok, cangkir, piring dan lainya) yang patut diketahui adalah:
1) Hukum bejana yang terbuat dari emas dan perak.
Diharamkan
mengunakan bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk tempat makan
dan minum, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Rosululloh saw
bersabda:
"وَلَا
تَشْرَبُوْا فِيْ آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوْا فِيْ
صِحَافِهَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِيْ الدُّنْيَا وَلَنَا فِيْ الآخِرَةِ".
"....
dan janganlah kalian minum pada bejana emas dan perak dan jangan pula
makan pada piring yang terbuat dari keduanya. Kedua bejana tersebut
untuk mereka (orang-orang kafir) didunia dan akan menjadi milik kita
diakherat kelak". (HR. Bukhori:5426 dan Muslim:5/2067)
Hadits
diatas menjadi dalil bagi pengharaman bejana serta piring yang terbuat
dari emas dan perak sebagai tempat makan dan minum. Baik dari emas murni
maupun emas yang dicampur dengan perak.
Diharamakannya
makan dan minum dalam bejana dan piring emas dan perak, baik laki-laki
maupun perempuan adalah karena keduanya digunakan untuk orang-orang
kafir didunia.
2) Bejana dari kulit bangkai
Sama
dengan hukum bejana yang terbuat dari emas dan perak yaitu haram
menggunakannya, karena kulit bangkai adalah najis. Adapun jika kulit
bangkai tersebut sudah didibagh atau disamak (dikeringkan setelah dicuci
bersih),maka telah suci dan boleh digunakan sebagai bejana untuk mekan
dan minum.
Rosululloh saw bersabda:
"إِذَا دُبِغَ الإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ".
"Apabila kulit bangkai telah didibagh, maka ia telah suci". (HR.Bukhori dan Muslim)
E. Benda-Benda Najis
Benda-benda yang tergolong najis diantaranya:
1) sesuatu yang keluar dari salah satu dari dua jalan yaitu dari qubul dan dubur, seperti:
· Tinja (kotoran/ tahi)
Abdulloh bin Mas’ud berkata tentang cara istinja’ Rosululloh saw:
وَأَلْقَى الرَّوْثَةَ وَقَالَ: "إِنَّهَا رِجْسٌ".
"beliau saw membuang tinja (kering) dan beliau bersabda: sesungguhnya itu adalah najis". (HR. Muslim: 156)
· Air kencing
Anas bin Malik ra berkata:
جَاءَ أعْرَابيّ فَبَاَلَ في طَائِفَةِ المَسْجدِ فَزَجَرَهُ النَّاسُ، فَنَهَاهُمُ النَّبِيُّ صَلَّّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَلَمَّا قَضَى بَولَهُ، أمَرَ النبي صلى الله عليه وسلم بِذَنُوبٍ مِنْ مَاءٍ فأهْرِيقَ عَلَيْهِ.
"Seorang
Arab badui berdiri dan buang air kecil didalas masjid. Maka orang-orang
mencelanya, lalu Nabi saw melarang mereka, ketika selesai kencinya,
Nabi saw menyuruh dengan satu ember air untuk menyiram air kecil
tersebut…". (HR. Bukhori:220 dan Muslim: 283)
· Madzi (cairan encer akibat rangsangan sahwat yang keluar dengan tidak sengaja)
· Wadi (cairan putih encer setelah selesai buang air kecil atau saat mengalami kecapaian)
Ali bin Abi Tholib ra berkata:
فَأمَرْتُ المِقْدادَ بْنِ الأسْوَد إِلَى النَّبِيِّ فَسَأَلَهُ عَنِ المَذِيِّ يَخْرُجُ مِنَ الإِنْسَانِ كَيْفَ يَفْعَلُ بِهِ؟، فَقَاَل : "تَوَضأ وَاْنضَحْ فَرْجَكَ" .
"Kami mengutus miqdad bin Aswad kepada Rosululloh saw untuk menanyakan tentang madzi
yang keluar dari manusia, apa yang harus diperbuat? Beliau menjawab:
Wudhulah dan bersihkan kemaluannya". (HR. Muslim:303,19)
· Darah Haid dan Nifas
Asma’ binti Abu Bakar ra berkata:
"Seorang
wanita bertanya kepada Rosululloh saw: Ya Rosulalloh, apa pendapatmu
apabila salah seorang kami darah haidnya mengenai baju, apa yang harus
dilakukan? Rosululloh saw menjawab: apabila darah haid mengenai baju,
maka keriklah kemudian bersihkanlah dengan air kemudian baru gunakan
untuk sholat". (HR. Bukhori: 307 dan Muslim: 29)
2) Kulit bangkai (akan tetapi boleh memanfaatkannya apabila sudah disamak/ dikeringkan)
Abdulloh bin Abbas ra berkata: aku mendengar Rosulalloh saw bersabda:
"إِذَا دُبِغَ الإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ".
"Apabila kulit bangkai telah didibagh, maka ia telah suci". (HR.Bukhori dan Muslim)
Rabu, 02 Oktober 2013
SEGERA CEK dan AKTIVASI NUPTK baru PADAMU NEGERI 2013
Kamis, 29 Agustus 2013
Cara & Panduan Sholat Jum'at
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Shalat Jum'at adalah salat fardhu yang diwajibkan bagi seluruh muslim laki-laki. Disebut shalat Jumat karena dilakukan setiap hari Jum'at dan waktu pelaksanaannya pada waktu dhuhur tiba. Karenanya, shalat Jum'at sekaligus menjadi pengganti salat Dzuhur. Dalam arti, orang yang sudah melakukan solat Jum'at bukan hanya tidak perlu lagi melakukan sholat dhuhur, tapi tidak boleh menambah dengan shalat dhuhur..
Walaupun sebagai pengganti salat dzuhur, salat Jum'at memiliki tata cara yang khas. Diawali dengan khutbah dan diakhiri dengan salat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah.
Ada empat unsur penting dalam ritual salat Jumat yaitu (a) jamaah tidak boleh kurang dari 40 orang; (b) khatib dan imam; (c) bilal; (d) masjid.
Berikut panduan tata cara ritual shalat Jum'at dan bacaan khutbah dan dzikir/wirid-nya.
RUKUN KHUTBAH JUM'AT
Salat Jum'at diawali dengan khutbah Jum'at yang dapat dilakukan oleh imam salat atau oleh orang lain. Khutbah terbagi dua, khutbah pertama dan khutbah kedua yang biasanya dipisah dengan duduk sebentar. Yang prinsip, isi khutbah harus mengandung lima unsur berikut:
1. Membaca hamdalah (yaitu, alhamdulillah) disertai lafadz jalalah (lafadz Allah). Contoh:
2. Membaca shalawat. Contoh:
3. Berwasiat atau berpesan pada jamaah agar bertakwa. Contoh:
4. Membaca ayat Al Quran pada salah satu dari dua khutbah. Contoh,
5. Berdo'a dengan segala hal yang bersifat ukhrowi (keakhiratan) pada waktu khutbah kedua.
BACAAN BILAL JUM'AT
Sebelum khatib menaiki mimbar untuk khutbah, acara dimulai dengan majunya bilal dengan membaca bacaan berikut:
Setelah bilal selesai membaca kalimat di atas, khotib berjalan menuju
mimbar. Setelah khatib sampai di mimbar, bilal kemudian menghadap qiblat
dan melanjutkan dengan bacaan doa seperti di bawah ini (posisi khotib
tetap berdiri menghadap jamaah):
Setelah bilal selesai membaca doa di at`s, khotib mengucapkan salam dan kemudian duduk di mimbar. Bilal kemudian mengumandangkan adzan. Selesai adzannya bilal, kemudian khatib berdiri dan memulai khutbahnya.
NIAT SHALAT JUM'AT
Selesai khutbah, tiba waktunya salat Jum'at. Niatnya sebagai berikut:
a. Niat shalat Jum'at bagi makmum:
b. Niat sholat Jum'at bagi Imam:
BACAAN WIRID DZIKIR SETELAH SHALAT JUM'AT
Setelah melaksanakan salat Jum'at, disunnahkan untuk membaca bacaan wirid sebagai berikut:
1. Membaca surat Al-Fatihah 7x
2. Membaca surat Al-Ikhlas 7x
3. Membaca surat Al-Falaq 7x
4. Membaca surat An-Nas 7x
BACAAN DAN DO'A SETELAH SHALAT JUM'AT
Bacaan doa setelah Jum'at terserah imam salat. Namun, dianjurkan menambah dengan bacaan doa berikut sebanyak 3x:
Setelah membaca do'a, akhiri ritual shalat Jum'at dengan dua bait di bawah ini:
Artinya: Ya Tuhanku, aku bukanlah ahli surga, tapi aku juga tidak kuat berada di neraka
Karena itu, ampuni dosa-dosaku sesungguhnya Engkau maha memaafkan dosa-dosa besar.
HUKUM SHALAT JUM'AT
Melaksanakan ibadah Shalat Jum'at hukumnya fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) bagi laki-laki yang tidak ada udzur syar'i, karena ia sebagai ganti dari shalat dhuhur. Dan bagi yang sudah shalat Jum'at, tidak perlu melakukan shalat dhuhur.
SIAPA YANG WAJIB SHALAT JUM'AT
Yang wajib melaksanakan shalat Jum'at harus memenuhi kriteria berikut:
1. Laki-laki. Perempuan tidak wajib.
2. Normal. Orang gila tidak wajib.
3. Akil baligh. Anak kecil tidak wajib.
4. Mukim. Orang musafir (sedang dalam perjalanan) tidak wajib Jumat.
5. Sehat. Orang sakit tidak wajib shalat Jumat.
Orang yang tidak wajib melaksanakan shalat Jumat, harus melaksanakan shalat dhuhur sebagai gantinya, kecuali orang gila. Namun, apabila mereka ikut shalat Jum'at, shalatnya sah sebagai ganti dhuhur. Dan tidak perlu shalat dhuhur lagi.
Shalat Jum'at adalah salat fardhu yang diwajibkan bagi seluruh muslim laki-laki. Disebut shalat Jumat karena dilakukan setiap hari Jum'at dan waktu pelaksanaannya pada waktu dhuhur tiba. Karenanya, shalat Jum'at sekaligus menjadi pengganti salat Dzuhur. Dalam arti, orang yang sudah melakukan solat Jum'at bukan hanya tidak perlu lagi melakukan sholat dhuhur, tapi tidak boleh menambah dengan shalat dhuhur..
Walaupun sebagai pengganti salat dzuhur, salat Jum'at memiliki tata cara yang khas. Diawali dengan khutbah dan diakhiri dengan salat dua rakaat yang dilakukan secara berjamaah.
Ada empat unsur penting dalam ritual salat Jumat yaitu (a) jamaah tidak boleh kurang dari 40 orang; (b) khatib dan imam; (c) bilal; (d) masjid.
Berikut panduan tata cara ritual shalat Jum'at dan bacaan khutbah dan dzikir/wirid-nya.
RUKUN KHUTBAH JUM'AT
Salat Jum'at diawali dengan khutbah Jum'at yang dapat dilakukan oleh imam salat atau oleh orang lain. Khutbah terbagi dua, khutbah pertama dan khutbah kedua yang biasanya dipisah dengan duduk sebentar. Yang prinsip, isi khutbah harus mengandung lima unsur berikut:
1. Membaca hamdalah (yaitu, alhamdulillah) disertai lafadz jalalah (lafadz Allah). Contoh:
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ
وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ
أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ
مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
2. Membaca shalawat. Contoh:
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سَيّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
3. Berwasiat atau berpesan pada jamaah agar bertakwa. Contoh:
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
4. Membaca ayat Al Quran pada salah satu dari dua khutbah. Contoh,
فَاسْتبَقُِوا اْلخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونوُا يَأْتِ بِكُمُ اللهُ جَمِيعًا إِنَّ اللهَ عَلىَ كُلِّ شَئٍ قَدِيرٌ
5. Berdo'a dengan segala hal yang bersifat ukhrowi (keakhiratan) pada waktu khutbah kedua.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ
مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ
تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ
قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ
عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى
الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً
وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين
BACAAN BILAL JUM'AT
Sebelum khatib menaiki mimbar untuk khutbah, acara dimulai dengan majunya bilal dengan membaca bacaan berikut:
مَعَاشِرَ الُمسْلِمِين وَزُمْرَةَ
المُؤْمِنِينَ رَحِمكُمُ اللَه رُوِيَ عَنُ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله
ُعَنْه أَنَّهُ قَال قَالَ رَسُولُ اللِه صَلّيَ اللهَ عَلَيهِ وَسَلَم
إذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الُجمعَةِ أَنْصِتْ وَالإمَامُ يَخطُبُ
فَقَدْ لَغَوت أَنْصِتُوْا وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا رَحِمَكُمُ الله
(2x
أَنْصِتُوا وَاسْمعُوا وَأطِيْعُوْا لَعَلَكُمْ تُرْحمَون
اَللَهُمّ صَلِّ عَلَي سَيّدِنَا
وَمَوْلَانَا مُحمّدٍ وَعَلَي أَلِ سَيّدِنَا مُحمَدٍ. اللَهُمَّ قَوِّ
اِلاسلامَ وَالِايمَان, مِنَ المُسْلِمِينَ وَالُمسْلِمَات , والمُؤْمِنِين
وَالُمؤْمِنَات , وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَانِدِالِدين , وَاخْتِمْ لَنَا
مِنْكَ بِالخَيْر , ويَا خَيْر النَاصِرينِ برَحْمَتِكَ يااَرْحَمَ
الرَاِحِمين
Setelah bilal selesai membaca doa di at`s, khotib mengucapkan salam dan kemudian duduk di mimbar. Bilal kemudian mengumandangkan adzan. Selesai adzannya bilal, kemudian khatib berdiri dan memulai khutbahnya.
NIAT SHALAT JUM'AT
Selesai khutbah, tiba waktunya salat Jum'at. Niatnya sebagai berikut:
a. Niat shalat Jum'at bagi makmum:
أُصَلِّي فَرْضَ الُجْمَعةِ رَكْعَتَيْن أَدَاءً مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ مَأمُومًا ِللهِ تَعاليَ
b. Niat sholat Jum'at bagi Imam:
أُصَلِّي فَرْضَ الُجْمَعةِ رَكْعَتَيْن أَدَاءً مُسْتَقْبِلَ الِقبْلَةِ إمَامًا ِللهِ تَعاليَ
BACAAN WIRID DZIKIR SETELAH SHALAT JUM'AT
Setelah melaksanakan salat Jum'at, disunnahkan untuk membaca bacaan wirid sebagai berikut:
1. Membaca surat Al-Fatihah 7x
2. Membaca surat Al-Ikhlas 7x
3. Membaca surat Al-Falaq 7x
4. Membaca surat An-Nas 7x
BACAAN DAN DO'A SETELAH SHALAT JUM'AT
Bacaan doa setelah Jum'at terserah imam salat. Namun, dianjurkan menambah dengan bacaan doa berikut sebanyak 3x:
اَللَهُمَّ يَا غَنِيُ يَا حَمِيدُ يَا
مُبْدِئُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيْمُ يَاوَدُوْدُ أَغْنِنِي ِبحَلاَلِكَ عَنْ
حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
Setelah membaca do'a, akhiri ritual shalat Jum'at dengan dua bait di bawah ini:
إلَهِي لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أهْلًا وَلَا أَقْوَي عَلَي النَارِ الجَحِيْمِ
فَهَبْ ِلي تَوْبَةًوَاغْفِرْ ذُنُوْبِي فَإنَكَ غَافِرُ الذَنْبِ العَظِيمِ
HUKUM SHALAT JUM'AT
Melaksanakan ibadah Shalat Jum'at hukumnya fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) bagi laki-laki yang tidak ada udzur syar'i, karena ia sebagai ganti dari shalat dhuhur. Dan bagi yang sudah shalat Jum'at, tidak perlu melakukan shalat dhuhur.
SIAPA YANG WAJIB SHALAT JUM'AT
Yang wajib melaksanakan shalat Jum'at harus memenuhi kriteria berikut:
1. Laki-laki. Perempuan tidak wajib.
2. Normal. Orang gila tidak wajib.
3. Akil baligh. Anak kecil tidak wajib.
4. Mukim. Orang musafir (sedang dalam perjalanan) tidak wajib Jumat.
5. Sehat. Orang sakit tidak wajib shalat Jumat.
Orang yang tidak wajib melaksanakan shalat Jumat, harus melaksanakan shalat dhuhur sebagai gantinya, kecuali orang gila. Namun, apabila mereka ikut shalat Jum'at, shalatnya sah sebagai ganti dhuhur. Dan tidak perlu shalat dhuhur lagi.
Rabu, 17 Juli 2013
Download Contoh Penelitian Tindakan Kelas (PTK) TK, SD, SMP
- Buku Panduan dan Contoh : PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI SD, Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika, [download]
- Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT
KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4
Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [download]
- Judul : ROLE PLAY: SUATU ALTERNATIF
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN DALAM MENINGKATKAN
KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SLTP ISLAM MANBAUL ULUM GRESIK Oleh :
Mudairin (Guru Bahasa Inggris SLTP Islam Manbaul Ulum Kabupaten Gersik ,
Jawa Timur), [download]
- Judul : UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN
BERBICARA BAHASA INGGRIS MELALUI TEKNIK KWL DAN PERMAINAN BAHASA
(Jafrizal, Guru Bahasa Inggris SLTPN 2 Bayang Kabupaten Pesisir Selatan
Sumatera Barat. [download]
- Judul : EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN
GEOGRAFI MELALUI METODE OUT DOOR STUDY DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT
BELAJAR SISWA (Ninik Widayanti. Guru SLTPN 2 Candipura Kabupaten
Lumajang Jawa Timur), [download]
- Judul : Pendekatan Joyful Learning
Dalam Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) (Sri Hayati. Staf
pengajar pada jurusan Geografi, Kepala Pusat PPKLH Lembaga Penelitian
UPI), [download]
- Judul : PENINGKATAN KECEPATAN EFEKTIF
MEMBACA (KEM) DENGAN TEKNIK TRIFOKUS STEVE SNYDER (Muhammad Sarwono.
Guru Bahasa Indonesia SLTPN 3 Patebon Kabupaten Kendal Jawa Tengah), [download]
- Judul : UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN
MEMBACA PEMAHAMAN MELALUI PENERAPAN TEKNIK SKEMA (Fuad Asnawi. Guru
Bahasa Indonesia SLTP Mataram, Kasihan. Kabupaten Bantul D.I.
Jokyakarta), [download]
- Judul : PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBUAT
KALIMAT BAHASA INGGRIS (Andreas Suwarno. Guru Bahasa Inggris SLTPN 4
Muaro Kelingi Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan), [klik disini]
- Proposal PTK Bhs. Inggris SMP
Contoh Propsal Penelitian Tindakkan Kelas Bhs. Inggris SMP [download] - Penelitian Studi Kasus di SD:
LAPORAN PENELITIAN STUDI KASUS PADASEKOLAH DASAR PROGRAM MBS-MATA PELAJARAN MATEMATIKA-Oleh: Tim PGSD FIP UNJ (Kerjasama UNESCO dengan FIP UNJ)-[DOWNLOAD]
-
Laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD, Buku Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika. Penulis: Dra. Sukayati, M.Pd. Penilai: Fadjar Shadiq, M.App.Sc. Editor: Yuliawanto, M.Si. Ilustrator: Victor Deddy Kurniawan, S.S. [DOWNLOAD]
PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DI KELAS
CTL
dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan
kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan CTL dalam kelas cukup
mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.
- Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya
- Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik
- kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
- Ciptakan masyarakat belajar
- Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
- Lakukan refleksi di akhir pertemuan
- Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara
A. Tujuh Komponen CTL
1. KONSTRUKTIVISME
- Membangun pemahaman mereka sendiri dari pengalaman baru berdasar pada pengetahuan awal
- Pembelajaran harus dikemas menjadi proses “mengkonstruksi” bukan menerima pengetahuan
2. INQUIRY
- Proses perpindahan dari pengamatan menjadi pemahaman
- Siswa belajar menggunakan keterampilan berpikir kritis
3. QUESTIONING (BERTANYA)
- Kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa
- Bagi siswa yang merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berbasis inquiry
4. LEARNING COMMUNITY (MASYARAKAT BELAJAR)
- Sekelompok orang yang terikat dalam kegiatan belajar
- Bekerjasama dengan orang lain lebih baik daripada belajar sendiri
- Tukar pengalaman
- Berbagi ide
5.MODELING (PEMODELAN)
- Proses penampilan suatu contoh agar orang lain berpikir, bekerja dan belajar
- Mengerjakan apa yang guru inginkan agar siswa mengerjakannya
6. REFLECTION ( REFLEKSI)
- Cara berpikir tentang apa yang telah kita pelajari
- Mencatat apa yang telah dipelajari
- Membuat jurnal, karya seni, diskusi kelompok
7. AUTHENTIC ASSESSMENT (PENILAIAN YANG SEBENARNYA)
- Mengukur pengetahuan dan keterampilan siswa
- Penilaian produk (kinerja)
- Tugas-tugas yang relevan dan kontekstual
B.Karakteristik Pembelajaran CTL
- Kerjasama
- Saling menunjang
- Menyenangkan, tidak membosankan
- Belajar dengan bergairah
- Pembelajaran terintegrasi
- Menggunakan berbagai sumber
- Siswa aktif
- Sharing dengan teman
- Siswa kritis guru kreatif
- Dinding dan lorong-lorong penuh dengan hasil kerja siswa, peta-peta, gambar, artikel, humor dan lain-lain
- Laporan kepada orang tua bukan hanya rapor tetapi hasil karya siswa, laporan hasil pratikum, karangan siswa dan lain-lain
Jumat, 12 Juli 2013
Hikmah Puasa di bulan Ramadhan 1434 H/2013 M
- Keutamaan atau hikmah pada hari pertama bulan Ramadhan Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puasa Ramadhan adalah Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari ketiga puasa Ramadhan adalah Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari keempat puasa Ramadhan adalah Allah Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kelima puasa ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari keenam puasa ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari ketujuh puasa ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedelapan puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kesembilan puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kesepuluh puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kesebelas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua belas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari ketiga belas puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari keempat belas puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kelima belas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari keenam belas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari ketujuh belas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedelapan belas puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kesembilan belas puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh satu puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh dua puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya.
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh tiga puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh empat puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh lima puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh enam puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya.
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh tujuh puasa Ramadhan, Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh delapan puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari kedua puluh sembilan puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
- Keutamaan atau hikmah pada hari ketiga puluh puasa Ramadhan, Allah SWT Baca selengkapnya
Itulah hikmah dan keutamaan puasa Ramadhan. dan masih banyak lagi
keutamaan-keutamaan yang berkaitan dengan amalan puasa. Dengan diwajibkannya
amalan puasa Ramadhan, bukan saja memberikan pahala bagi kita, bahkan
menjadikan kita sebagai makhluk yang dicintai Allah dan penuh dengan masa depan
yang cerah. Semoga kita dijadikan sebagai hamba-Nya yang taat dan ridho dengan
semua keputusan-Nya.
Manfaat Hikmah Puasa Ramadhan
in
Puasa
- on Tuesday, June 04, 2013
- 11 comments
Manfaat puasa ramadhan bagi umat Islam tentunya banyak. Baik itu
manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa kita. Karena
tentunya ketika syariat Islam ada, banyak hikmah di balik itu semuanya.
Termasuk juga mengenai hikmah keutamaan puasa Ramadhan bagi kita
umat Islam yang wajib untuk dilaksanakan bila tidak ada halangan
rintangan ketika menjalaninya. Karena memang hukum puasa Ramadhan adalah
wajib. Apalagi kita sudah kian mendekati Ramadhan 1434 H yang tinggal menunggu hitungan hari lagi.
Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
- See more at: http://www.safiyhati.com/2013/06/manfaat-hikmah-puasa-ramadhan.html#sthash.W8sR8abr.dpufRamadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
- Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
- Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
- Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
- Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu.
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
- Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
- Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta'ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
- Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
- Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
- Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
Manfaat Hikmah Puasa Ramadhan
in
Puasa
- on Tuesday, June 04, 2013
- 11 comments
Manfaat puasa ramadhan bagi umat Islam tentunya banyak. Baik itu
manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa kita. Karena
tentunya ketika syariat Islam ada, banyak hikmah di balik itu semuanya.
Termasuk juga mengenai hikmah keutamaan puasa Ramadhan bagi kita
umat Islam yang wajib untuk dilaksanakan bila tidak ada halangan
rintangan ketika menjalaninya. Karena memang hukum puasa Ramadhan adalah
wajib. Apalagi kita sudah kian mendekati Ramadhan 1434 H yang tinggal menunggu hitungan hari lagi.
Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
- See more at: http://www.safiyhati.com/2013/06/manfaat-hikmah-puasa-ramadhan.html#sthash.W8sR8abr.dpufRamadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
- Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
- Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
- Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
- Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu.
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
- Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
- Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta'ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
- Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
- Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
- Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
Manfaat Hikmah Puasa Ramadhan
in
Puasa
- on Tuesday, June 04, 2013
- 11 comments
Manfaat puasa ramadhan bagi umat Islam tentunya banyak. Baik itu
manfaat puasa bagi kesehatan fisik maupun kesehatan jiwa kita. Karena
tentunya ketika syariat Islam ada, banyak hikmah di balik itu semuanya.
Termasuk juga mengenai hikmah keutamaan puasa Ramadhan bagi kita
umat Islam yang wajib untuk dilaksanakan bila tidak ada halangan
rintangan ketika menjalaninya. Karena memang hukum puasa Ramadhan adalah
wajib. Apalagi kita sudah kian mendekati Ramadhan 1434 H yang tinggal menunggu hitungan hari lagi.
Ramadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
- See more at: http://www.safiyhati.com/2013/06/manfaat-hikmah-puasa-ramadhan.html#sthash.W8sR8abr.dpufRamadhan adalah merupakan bulan yang banyak mengandung hikmah serta keutamaannya. Sesungguhnya sudah seharusnya orang Islam dan beriman akan gembira ketika menyambut datangnya bulan suci Ramadhan ini. Bukan saja telah diarahkan menunaikan ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda, di dalam bulan Ramadhan Allah Ta'ala juga telah menurunkan kitab suci al-Quranul-karim, yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia di alam semesta ini dan juga untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah.
Kewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadhan ini telah Allah Ta'ala perintahkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya :"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu, supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." Jadi tujuan puasa Ramadhan adalah agar kita menjadi orang-orang yang bertakwa dengan sesungguhnya. Yaitu menjalankan apa yang diperintahNya serta menjauhi segala apa yang dilarangNya.
Kita mengulang kembali dengan pengertian puasa yang pernah diulas dalam manfaat puasa bagi kesehatan yaitu yang dimaksud dengan berpuasa menurut syariat Islam ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti halnya makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak mulai terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari, disertai dengan niat iklhas ibadah kepada Allah, karena mengharapkan ridho-Nya serta menyiapkan diri dalam rangka meningkatkan ketakwaan.
Berikut beberapa manfaat puasa Ramadhan yaitu :
- Dengan berpuasa Ramadhan selama 1 bulan penuh maka hal ini secara tidak langsung manfaat bagi kesehatan adalah mengistirahatkan organ pencernaan kita serta juga perut dari kelelahan bekerja yang terus menerus dalam 11 bulan, dan juga membantu mengeluarkan sisa makanan dari dalam tubuh, memperkuat badan.
- Membersihkan tubuh dari racun serta kotoran (detoksifikasi). Puasa merupakan terapi detoksifikasi yang paling tua. Dengan berpuasa pada bulan suci Ramadhan, maka ini berarti kita juga akan membatasi kalori yang masuk dalam tubuh kita yang mana hal ini akan bermanfaat dalam proses metabolisme yang menghasilkan enzim antioksidan yang berfungsi salah satunya untuk membersihkan zat-zat yang bersifat racun dari dalam tubuh.
- Bagi kesehatan psikologis kita faedah puasa akan kita dapatkan yaitu kondisi mental emosi kita akan lebih terjaga dan terkontrol dengan lebih baik lagi. Keadaan ini akan membantu dalam penurunan tingkat adrenalin dalam tubuh. Yang mana adrenalin juga menambah pembentukan kolesterol dari lemak protein berkepadatan rendah. Berbagai hal tersebut ternyata dapat meningkatkan resiko penyakit pembuluh darah, jantung dan otak seperti jantung koroner, stroke dan lainnya.
- Puasa bagi kesehatan akan memberikan manfaatnya antara lain adalah bisa membantu dalam proses menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan juga mengendalikan tekanan darah. Itulah mengapa dalam satu sisi, puasa sangat dianjurkan bagi perawatan mereka yang menderita penyakit diabetes, kolesterol tinggi, kegemukan dan darah tinggi. Tentunya hal ini juga harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tim medis yang berkompeten bila anda adalah mempunyai suatu jenis penyakit tertentu.
Dan berikut adalah beberapa hikmah bulan Ramadhan yaitu :
- Salah satu dari hikmah keutamaan puasa ramadhan ini bagi Umat Islam adalah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Hal ini berdasarkan sebuah dalil hadist yang berbunyi :"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mencari ridha Allah, maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."(Hadits Mutafaqun ‘Alaih).
- Meningkatkan rasa syukur kita terhadap banyaknya nikmat yang telah Allah Ta'ala anugerahkan kepada kita semuanya. Hal ini bisa kita lakukan dengan melakukan berbagai amalan kebaikan dalam bulan ramadhan seperti contohnya bersedekah kepada orang-orang fakir pada bulan Ramadhan mulia ini, Banyak memberi dan jadilah seseorang yang memberikan pemberian orang yang tidak takut miskin. Berderma dengan harta dan kebaikan kepada saudara-saudaramu yang membutuhkan, dan menjadi orang yang mensyukuri nikmat Allah.
- Ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang kurang berkecukupan. Dalam puasa kita tentu merasa lapar dan dahaga, mengingatkan kita betapa menyedihkannya nasib orang yang tidak berpunya. Mungkin kita hanya beberapa jam saja, lalu kita bisa berbuka puasa, sedangkan mereka yang miskin tak berpunya bisa saja puasa sepanjang siang dan malam. Tentu ini membuat kita menjadi lebih bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang diberikanNya.
- Melatih diri kita pribadi khususnya untuk menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Jika pada 11 bulan yang lalu kita sering melalaikan Allah untuk hal-hal yang bersifat duniawi, ini saatnya kita menata diri dalam beribadah kepadaNya, supaya tercapai keseimbangan kehidupan dunia dan akhirat. Ibadah dan pekerjaan dunia haruslah seimbang, sehingga kita menjadi manusia yang seutuhnya yang banyak memberikan kebaikan kepada banyak manusia.
- Puasa akan membiasakan umat Islam untuk hidup disiplin, bersatu, cinta keadilan dan persamaan, juga melahirkan perasaan kasih sayang dalam diri orang-orang beriman dan mendorong mereka berbuat kebajikan.
Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam Lailatul Qadr. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat maksiat dan dosa agar menahan diri.
Langganan:
Postingan (Atom)

